MEMBELA SANG SAKA

foto :Bendera merah putih raksasa megudara di langit Rumpin (foto : eko)

Sang Saka Merah Putih, sebuah nama yang terpatri dalam hati sanubari Rakyat Indonesia untuk bendera Negara Republik Indonesia. Sebagai sebuah negara yang berdaulat, bendera Merah Putih sama sakralnya dengan Lambang Garuda Pancasila. Bendera adalah simbol, serta spirit sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat.

Dalam UU No.24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara; secara jelas dan lugas Sang Saka Merah Putih memiliki perlindungan hukum atas undang-undang. Begitu pula dalam pergaulan regional maupun internasional, bendera adalah sesuatu yang mewakilkan harkat derajat martabat sebuah bangsa. Karena dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa secara konstitusi Bendera diakui secara mutlak.

Beberapa waktu belakangan ramai menjadi pembicaraan Rakyat Indonesia atas prilaku tidak terpuji Pemerintah Malaysia mengenai bendera Indonesia terbalik (putih di atas, merah di bawah) dalam sebuah buku panduan SEA GAMES yang dicetak oleh OC SEA Games dimana Malaysia menjadi tuan rumah SEA GAMES, bulan Agustus tahun 2017. Kekeliruan itu memicu beragam reaksi dari publik luas Indonesia sampai Presiden Jokowi. Tindakan itu terlihat sepele, namun bisa berdampak atas ketegangan hubungan bilateral Indonesia-Malaysia.

SEKNAS JOKOWI sebagai organisasi rakyat, perlu kiranya mengambil sikap serta seruan dalam menghadapi ketegangan bilateral ini.

1. Mendorong Kementrian Luar Negri untuk melayangkan Nota Protes terhadap pemerintahan Malaysia.

2. Mendorong Kementrian Pemuda dan Olah Raga untuk bekerjasama dengan pemerintah Malaysia dalam melakukan pengusutan serta investigasi permasalahan yang terjadi.

3. Medorong Kementrian Komunikasi dan Informatika untuk segera memberikan penjelasan kepada Rakyat Indonesia sejelas-jelasnya terhadap apa yang terjadi.

4. Mendorong Kepolisian Republik Indonesia untuk menangkap para pelaku pengedar berita palsu dan para penebar kebencian atas masalah ini.

5. Menyerukan segenap Rakyat Indonesia agar tidak mudah terprovokasi dengan tebaran berita-berita palsu yang semakin memperkeruh keadaan.

6. Tetap berpikir rasional dan berbasis hukum dalam memahami persoalan ini. Sehingga tidak mudah diprovokasi oleh kelompok pengacau.

Merdeka!

DEWAN PIMPINAN NASIONAL SEKNAS JOKOWI

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR