Mendidik Anak di Era Millenials, Harus Waspada

Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2018’, Rabu (02/05/2018), di Aula Masjid Al-Barokah, Jatisampurna dengan tema mendidik anak di era millenials (Budi Ace)

Anak-anak Indonesia mengalami perubahan perilaku dan pola kebiasaan lebih cepat dibanding generasi sebelumnya. Bukan hanya media televisi yang menjadi ruang adaptasi proses imitasi bagi anak, melainkan pusaran media sosial yang kini jauh lebih cepat dan besar pengaruhnya. Itulah sebabnya inisiator Rumah Budaya Satu-satu (RBSS), Eddie Karsito mengingatkan, perlu kehati-hatian dalam mendidik anak di era millenials

Menurut Eddie Karsito mereka mewakili simptom dari fenomena generasi millenials. Pendidikan terhadap anak milenials, tambah Eddie,harus diimbangi dengan pendekatan yang memperkuat karakter mereka.

“Hal ini jika tidak diimbangi, kepribadian anak bisa terbelah dan lepas kontrol. Mereka akhirnya memiliki kehidupan sendiri dalam ketidak sadaran yang menyebabkan perilaku keliru,” ujar Eddie Karsito, di acara ‘Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2018’, di Aula Masjid Al-Barokah, Jatisampurna, Bekasi, Rabu (02/05/2018).

Perpustakaan Bergerak dalam Peringatan Hardiknas di Aula Masjid Al-Barokah, Jatisampurna (Budi Ace)
Perpustakaan Bergerak dalam Peringatan Hardiknas di Aula Masjid Al-Barokah, Jatisampurna (Budi Ace)

Melalui momentum ‘Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2018’ ini, RBSS memprakarsai lahirnya ‘Rumah Dongeng Satu-satu’ (RDSS). Sarana ini diharapkan dapat berperan serta, mengembangkan daya kreatif dan membentuk karakter; kepribadian anak.

“Ini salah satu upaya kami secara mandiri dan independen. RDSS diharapkan dapat menjawab kekhawatiran masyarakat terhadap perilaku keliru anak. Menjadi sarana membangun karakter anak, agar menjadi pribadi seimbang, adaptif, inisiatif, toleran, simpati, dan berempati,” ujar Eddie Karsito.

Acara ‘Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2018’ yang diselenggarakan Rumah Budaya Satu-satu (RBSS) dan Pusat Kerja Gugus (PKG) PAUD Kecamatan Jatisampurna Kota Bekasi ini, diisi dengan acara edutainment, dalam bentuk menyanyi, menari, dan mendongeng. Acara ini diikuti lebih dari 500 anak yang terhimpun dari belasan lembaga pendidikan TK-PAUD se-Jatisampurna.

Menampilkan pendongeng Nasional, Kak Deny (Denny Kadarrusman), Valentina Danuwirya (Juara1 Lomba Dongeng Tingkat Kota Bekasi), pendongeng sekaligus penulis cilik, Alexa Aleyda Laila, (telah menulis 4 judul buku cerita anak), serta penampilan Kak Sabrina dari Indo Pro Jakarta.

Hardiknas di Aula Masjid Al-Barokah, Jatisampurna
Hardiknas di Aula Masjid Al-Barokah, Jatisampurna

“Kegiatan mendongeng ini dapat dimanfaatkan sebagai upaya mengasah emosi anak. Menumbuhkan imajinasi, mengajarkan budi pekerti, membentuk kepribadian lebih positif, dan meningkatkan daya kritis anak,” ujar Khusniyati Masykuroh, M.Pd, Ketua Pelaksana acara ini.

Hadir di acara ini, Dhanang Sasongko S.Psi, Sekretaris Jendral (Sekjen) Komisi Nasional Perlindungan Anak, Drs. M.Sukim.M.Pd (Kepala UPTD Pembinaan Non Formal Kecamatan Jatisampurna), Musodik Zuhri (Penasehat RBSS), para guru TK-PAUD, orangtua, tokoh masyarakat dan pemerhati anak.

“Himbauan kami agar orangtua kembali dapat membudayakan dongeng buat anak-anaknya. Dongeng dapat menjadi sarana komunikasi efektif antara orangtua dan anak. Dongeng juga bisa memberi manfaat jalinan kasih sayang kepada anak,” kata Dhanang Sasongko, yang juga Direktur PAUD Institute ini.

Pada kesempatan tersebut Dhanang, sekaligus menyerahkan Mobil Pintar (MOPI) persembahan PT. Askrindo kepada Rumah Dongeng Satu-satu (RDSS), sebagai bentuk dukungan untuk digunakan RDSS menjalankan misi sosialnya.

Mobil Pintar, perpustakan bergerak pada Hardiknas di Aula Masjid Al-Barokah, Jatisampurna Bekasi. (Budi Ace)
Mobil Pintar, perpustakan bergerak pada Hardiknas di Aula Masjid Al-Barokah, Jatisampurna Bekasi. (Budi Ace)

“Mobil Pintar (MOPI) kami harapkan dapat mendukung RDSS untuk road-show mendongeng, gerakan literasi, dan menjalankan kegiatan kreatif lainnya. Dengan fasilitas ini kami harapkan RDSS dapat menjangkau pelayanan sosial yang lebih luas, khususnya anak-anak dari lembaga-lembaga PAUD, TK, RA (Raudhatul Athfal), atau anak-anak SD, yang ada di pinggiran kota,” terang Dhanang.

Koordinator ‘Rumah Dongeng Satu-satu’ (RDSS), Denny Kadarrusman berharap, dukungan PAUD Institute, dapat menjadi amunisi bagi gerakan kemanusiaan.

“Pendidikan memanusiakan manusia muda harus mencakup pendidikan agar setiap manusia menyadari, bahwa mereka adalah manusia yang semakin mengerti hal baik dan buruk. Tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga dengan orang di sekitarnya. Dukungan fasilitas PAUD Institute, mudah-mudahan semakin menguatkan gerakan kemanusiaan ini,” ujar Denny Kadarrusman.

MOPI, adalah perpustakaan keliling, parenting, mendongeng dan multi media, untuk mendukung program Pemerintah. Memberi layanan pendidikan melalui gerakan literasi. Tujuannya agar anak-anak Indonesia gemar membaca, semangat belajar dan berkreasi.

PT. Askrindo, adalah salah satu perusahaan milik BUMN. Askrindo telah mempersembahkan 8 unit Mobil Pintar melalui jaringan PAUD Institute, yang ada di Sumatera Utara, Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Barat. Bulan ini PAUD Institute segera menyerahkan satu unit Mobil Pintar untuk Provinsi Maluku

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR