Menengok Kegigihan Satgas Yonif 623 BWU Dalam Melayani Warga Nunukan

Keterangan foto: Dokter dari Satgas Pamtas RI - Malaysia Yonif 623/BWU saat mengobati salah satu warga yang sakit

Selain sebagai benteng pertahanan negara, istilah Tentara Nasional Indonesia (TNI) manunggal dengan rakyat ternyata tak sekedar slogan belaka. Hal tersebut dibuktikan oleh Batalyon Infanteri (Yonif) 623/ Bhakti Wira Utama (Yonif 623 BWU). Pada saat penugasan sebagai Satuan Tugas Pengaman Perbatasan (Sat Gas Pamtas) RI – Malaysia di Nunukan, Kalimantan Utara, mereka tak hanya siaga menjaga kedaulatan dengan menjaga tapal batas akan tetapi mereka juga sigap langsung ke tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Seperti yang dilakukan oleh Letda Ckm dr. Buje Aulio, bersama rekanya Sertu Wisnu Wicaksono. Ketika mendengar keluhan warga yang sakit, mereka langung begerak melakukan pengobatan. Hal tersebut menurut Buje, selain karena menjalankan komando dari atasan, ia menegaskan bahwa Satgas Yonif 623/BWU memang ingin membuktikan bahwa TNI tak sekedar sebagai Prajurit dalam perang namun juga harus mampu berdharma bakti untuk masyakat.

“Sebagai Dokter Sagas Pamtas RI-Malaysia Yonif 623/BWU, tentu kami lakukan ini sebagai wujud bahwa TNI siap melayani masyarakat,” tutur Buje, disela – sela mengobati seorang warga di Jl. Cut Nyak Dhin, Nunukan, Minggu (7/6) malam.

Yang dituturkan oleh Buje memang selaras dengan penuturan Komandan Satgas Yonif 623/BWU Let Kol Inf Yordania. Saat bersilaturahim dengan semua awak media di Nunukan beberapa waktu lalu, Perwira yang dikenal sangat ramah dengan masyarakat tersebut menegaskan bahwa kehadiran Batalyon yang dipimpinya selain sebagai pengaman negara juga sebagai abdi masyarakat.

“Kita memamg ingin hubungan antara TNI dengan masyarakat sipil adalah hubungan seperti keluarga. Bahkan Markas kami ini terbuka 24 jam untuk masyarakat yang ingin menyampaikan uneg – unegnya,” tutur Yordan.

Menurut Yordan, TNI adalah salah satu elemen bangsa yang berasal dari rakyat. Maka sudah menjadi kewajiban apabila tugas mereka juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada rakyat. Bahkan melalui penegasannya, ia mengungkapkan jika pihaknya tak segan – segan akan turun langsung bergotong royong dengan warga yang membutuhkanya.

“Pokoknya hal apapun. Selagi dalam kebaikan dan bertujuan untuk kenyamanan masyarakat, kita siap membantu,” tandas Perwira dengan tanda pangkat 2 Melati tersebut

Dari pantauan, sejak bertugas di Nunukan, Satgas Pamtas Yonif 623/BWU memang terlihat sangat aktif dalam kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Selain pengobatan kerumah warga, berbagai giat lain pun seperti diskusi dan sosialisasi terutama tentang covid-19 kepada masyarakat selalu dilakukan.

Sebagian besar masyarakat Nunukan yang ditemui Media ini mengapresiasi kehadiran Satgas Pamtas Yonif 623/BWU tersebut. Karyati, salah seorang warga di Nunukan Barat menyampaikan rasa terimakasihnya atas kesigapan Tim Kesehatan dari Batalyon tersebut. Menurutnya, merupakan hal yang luar biasa karena Dokter dari Satgas Pamtas Yonif 623/BWU sampai rela tengah malam untuk mengobati suaminya.

“Sangat membantu, dan yang membuat kami sekeluarga terharu adalah mereka berkenan datang mengobati suami saya kendati sudah jauh malam. Terimakasih tak terhingga dari kami sekeluarga untuk Komandan Pamtas, Dokter Pamtas dan semua anggotanya,” tuturnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR