Menghina Iriana Jokowi Dengan Tulisan Tak Senonoh, Pria Ini Ditangkap Polisi

Foto Mustafa Kamal Nurulah, yang ahirnya ditangkap Polisi karena menghina Iriana Jokowi (foto istimewa)

Setelah beberapa hari terahir netizen dibuat geram dengan postingan di sebuah akun jejaring sosial Faceebok, ahirnya pemilik akun tersebut, Mustafa Kamal Nurullah ditangkap polisi di kediamannya di Jl.Yusuf Kahar No. 3/b RT 2 / RW2. Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Kamis Malam (22/2/2018). Ia ditangkap karena menghina Iriana Jokowi dengan tulisan tak senonoh di akun Facebook miliknya.

Tak hanya di faceebook, Mustafa Kamal Nurulah juga memposting finahan dan hinaan kepada Presiden RI Joko Widodo dengan ujaran kebencian bernada Rasis dan mengatakan Jokowi sebagai antek PKI.

Kepala Subdirektorat I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Komisaris Besar Irwan Anwar, menyebutkan pelaku menyebarkan ujaran kebencian dan melakukan penghinaan terhadap kepala negara dan ibu negara dengan kata-kata yang tidak sangat tidak pantas.

“Mustafa Kamal Nurullah memposting di Twitter yang menyebutkan (Jokowi) warga keturunan China, selain itu juga memposting penghinaan kepala negara, seolah kepala negara saat ini anak keturunan anggota PKI. Selain itu, pelaku menghina Ibu Iriana Jokowi dengan gambar pornografi disebelahnya,” kata Irwan di Bareskrim Polri, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (23/2/2018) malam.

Mayoritas pengguna facebook dan twitter mengeluarkan kecaman dan kegeramanya terhadap Mustafa Kamal. Pasalnya unggahan Mustafa tersebut oleh sebagian besar netizen dianggap sebagai postingan yang melampaui batas.

Selain terjerat dalam kasus ujaran kebencian, Mustafa Kamal Nuruah juga disebutmelanggar UU tentang Pornografi karena mengunggah ilustrasi gambar porno yang disandingkan dengan foto Iriana.

“Yang bersangkutan juga kami dapat jerat dengan pasal-pasal pornografi karena memposting gambar-gambar porno di samping ibu negara,” papar Irwan.

Atas perbuatanya tersebut, Mustafa dijerat dengan pasal pasal 16 Jo pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik tentang SARA dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR