Menko Luhut : Untuk Meningkatkan Penggunaan Biodiesel, Indonesia Siap Tingkatkan Suplai CPO ke Tiongkok

Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan, dalam Kunjungan Kerja ke Tiongkok

Kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B Panjaitan ke Tiongkok, yang selain menawarkan investasi kepada pemerintah Tiongkok, Pemerintah Indonesia juga akan mendorong Tiongkok untuk menggunakan campuran biodiesel sebesar 5%. Dan untuk itu, menurutnya, pemerintah dan kalangan bisnis Indonesia, siap untuk meningkatkan suplai CPO ke Tiongkok.

CPO itu sebagai bahan Biodiesel, untuk dicampurkan ke dalam produk solar/diesel yang dijual di Tiongkok. Pasalnya, lanjut Menko Luhut, Tiongkok memiliki komitmen untuk mengurangi emisi dalam Paris Climate Change Agreement.

“Dengan implementasi tersebut, maka kita akan membantu Tiongkok dalam memenuhi komitmen pengurangan emisi.  “Indonesia saat ini sudah mewajibkan camputran biodiesel 20% (B2D) untuk penggunaan dalam negeri, hal ini menunjukkan komitmen yang kuat dari Indonesia dalam hal pengurangan emisi,” terangnya.

Sebaliknya pemerintah juga diuntungkan dengan adanya peningkatan ekspor CPO tersebut. “Peningkatan ekspor CPO juga berdampak pada program pengentasan kemiskinan di Indonesia. Dan bila Tiongkok menerapkan kewajiban campuran 5% biodiesel, maka kedua belah negara akan mendapatkan manfaat yang besar, Tiongkok dapat membantu capaian pengurangan emisi,” ujarnya.

Untuk itu, jelas Menko Luhut, di awal pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri Zang Ghaoli, yang akan menerima secara resmi delegasi Indonesia, Ia akan memaparkan terlebih dahulu capaian yang diraih oleh Pemerintah Indonesia sebelum berdialog lebih detail dengan Wakil Perdana menteri Tiongkok. “Di antaranya mengenai  level Indonesia yang meningkat dalam bidang investasi, pembangunan infrastuktur dalam negeri yang terhitung masif dengan anggaran mencapai Rp 387 triliun, ekonomi Indonesia yang tumbuh konsisten di angka 5%, dan cadangan devisa besar dan tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dengan nilai USD 125 miliar,” ujar Menko Luhut.

Selanjutnya, mengenai maksud dan tujuan dari kunjungan resminya, sebagai orang yang ditunjuk langsung langsung oleh Pemerintah Indonesia, Ia akan menjelaskan kepada Wakil Perdana Menteri Zang Ghaoli, bahwa kedatangannya untuk menindaklanjuti pertemuan sebelumnya, antara Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping dalam forum “One Belt One Road Conference” pada bulan Mei tahun 2017 silam

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR