Menurut Khofifah, Program Untuk Pulau Madura Butuh Rp 1,6 Triliun

Bakal calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sedang bersama para santri. (Trisnadi Marjan)

Bakal calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, akan mencanangkan sejumlah program untuk Pulau Madura. Salah satunya, yang ia sebut adalah program pengembangan pendidikan di wilayah pesantren.

Hal ini disampaikan Khofifah dalam sambutannya di depan relawan, kiai, dan santri Pondok Pesantren Nurul Qarnain Baletbaru Sukowono, Jember pada Jumat 9 Febrauri 2018.

“Selain beasiswa untuk hafidz hafidzoh (penghafal Al Qur’an), Pak Kyai, Bu Nyai, kemarin saya di Jakarta sampai jam setengah tiga pagi. Kami berkumpul bersama dengan tim yang bisa bedah program, “ kata Khofifah.

Program yang khofifah maksud, adalah melakukan sinkronisasi soal hasil keputusan pertemuan kiai dan pondok pesantren di Sampang yang pernah ia lakukan. Menurut Khofifah, rata-rata mereka ingin agar di beberapa pesantren dilakukan di Madura dilakukan pendidikan vokasi.

“Pendidikan vokasi itu ada yang ingin satu hari dan ada yang ingin dua hari,” lanjut Khofifah.

Setelah melakukan pertemuan dengan para kiai, Khofifah mengaku bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Ia berkomunikasi, mengajak menghitung kebutuhan dengan adanya anggaran hibah tersebut.

Menurut Khofifah, khususnya untuk mengetahui sejauh
mana dana yang bisa dialokasikan untuk melaksanakan amanah dan usulan dari kiai dan ponpes di Madura.

“Saya lalu komunikasikan ke Pakde Karwo dan bertanya, Pakde kalau anggaran hibah sekitar Rp 7,5 trilliun, kira kira untuk pendidikan vokasi di pesantren se Madura, karena mereka yang usul, kira kira kita butuh berapa banyak, “ ucap Khofifah.

Berdasar rincian hitungan yang ia lakukan dengan gubernur khusus untuk program di Madura, khofifah mengatakan butuh standar minimal Rp 1,6 trilliun. Anggaran sebesar itu, kata Khofifah, adalah dana minimal yang standar digelontor untuk pendidikan dan pesantren di Madura.

“Jadi kalau hanya Rp 1 trilliun itu sebetulnya kekecilan untuk kebutuhan masyarakat Madura. Jadi kalau ada yang menyampaikan di Madura hanya Rp 1 trillun, itu kurang,” tegas Khofifah.

Ia lalu menjabarkan asal muasal rincian hitungan tersebut dari mana. Dijelaskan, dari APBD Jawa Timur sebesar Rp 29,6 trillun, alokasi untuk gaji pegawai hampir Rp 6,5 trilliun, selebihnya yaitu sebesar Rp 7,5 trilliun itu untuk hibah, lalu ada Rp 5,4 trilliun untuk bagi hasil, dan Rp 9,3 triliiun sisanya untuk berbagai pemerataan program di Jatim.
“Artinya, di pesantren Nurul Qarnain, jika panjenengan menberikan dukungan untuk Khofifah-Emil, insyallah terkait beasiswa untuk guru madin, dan rekomendasi pendidikan vokasi untuk Madura baik satu dan dua hari, insyallah sudah dalam hitung-hitungan,” tegas Khofifah.
(Kontributor : Ihsan Mawardi)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR