Mitos Dibalik Keindahan Hijau Kebun Raya Bogor

Jembatan gantung berwana merah yang dipercaya 'murah jodoh' bagi para jomblo. (Foto: Eko Octa / Indeksberita.com)

KEINDAHAN Kebun Raya Bogor bukan hanya karena pesona pemandangan dan hutan botaninya. Dibalik keasrian hijau beragam tumbuhan berusia ratusan tahun, ada cerita mistis bahkan mitos yang hingga kini masih dipercaya banyak orang. Salah satunya, ungkapan pacaran di Kebun Raya Bogor bakal berujung putus.

Adalah jembatan merah didalam KRB yang diyakini sebagai penebar aura magis. Seperti namanya, jembatan ini bercat merah, tergantung pada dua utas kawat baja diatas sungai Ciliwung.

“Tidak hanya warga Bogor, pengunjung juga ada yang percaya, siapapun yang melewati jembatan merah hubungannya sebagai sepasang kekasih bisa berakhir. Tapi, sebaliknya, kalau yang belum punya pasangan yang melintasi bukan bersama kekasih atau sekedar teman, nantinya akan langgeng jika berpacaran. Bahkan bisa melangsungkan rumah tangga,” tukas Abdul Roni (27), penjaja cindera mata di KRB, warga Babakan Pasar, Kota Bogor kepada indeksberita.com, Minggu (6/3/2016).

Di penghujung tahun 80-an, sambung, Roni juga pernah didapati ada pasangan gancet akibat berbuat mesum di KRB. Kabar tersebut pun langsung beredar meluas.

“Kejadiannya, kira-kira tahun 1989, pasangan itu adalah sepasangan kekasih berbuat mesum di dalam KRB dan ditemukan dalam keadaan gancet. Akhirnya nyawa mereka tidak bisa tertolong saat diberi bantuan. Sampai saat sekarang, peristiwa itu menjadi peringatan agar tidak berbuat mesum karena dilingkungan KRB dipercaya banyak makam,” imbuhnya.

Percaya atau tidak banyak yang meyakini jika pacaran atau berbuat asusila di KRB akan berakhir kandas, bahkan tragis. Beragam peristiwa mistis yang terjadi di KRB juga dibenarkan pegawai KRB, Deden.

“Ada yang bilang pacaran di KRB bakal putus. Banyak yang yakin akan hal itu. Ada banyak mitos dan cerita mistis yang dikait-kaitkan dengan beberapa lokasi di KRB, tidak hanya di jembatan merah saja. Tapi, namanya juga mitos. Benar tidaknya, tidak ada yang tahu,” pungkas Deden. (eko)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR