Moch Basuki Tersangka OTT KPK di DPRD Jawa Timur, Pernah Menjadi Terpidana Korupsi

Ruang Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur disegel KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan politisi Gerindra yang juga Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Moch Basuki tersangka OTT KPK di DPRD Jawa Timur. Dalam kasus itu KPK juga menetapkan lima orang 5 orang lain lagi, dua diantaranya adalah Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur.

“Sebagai pemberi suap adalah BH (Bambang Heryanto red) Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur, ROH (Rohayati) Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur, dan ABR (Anang Basuki Rahmat). Lalu penerima suap yaitu MB (Moch Basuki red) Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, S (Santoso) staf DPRD Jatim, dan RA (Rahman Agung) staf DPRD Jatim,” urai Basaria kepada awak media.

Penangkapan dan penetapan Moch Basuki sebagai tersangka OTT KPK, menjadi kontroversi, karena tahun 2003 Moch Basuki pernah menjadi terpidana korupsi dengan hukuman 1 tahun 6 bulan.  Saat itu dia kesandung masalah korupsi tunjangan kesehatan dan biaya operasional senilai Rp 2,7 Miilyar.

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif dalam keterangannya, juga membenarkan jika Moch Basuki pernah menjadi tersangka korupsi sebelumnya. “Yang bersangkutan pernah menjadi terpidana dalam kasus korupsi sebelumnya. Tentu ini akan menjadi pertimbangan dalam persidangan nanti,” ujarnya.

Dari penelusuran yang dilakukan oleh tim redaksi indeksberita.com, Moch Basuki ditahan pada 24 Februari 2003, saat masih menjadi ketua DPRD Kota Surabaya,  bersama Wakil Ketua DPRD Surabaya, Ali Burhan. Keduanya dijerat dengan pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 Undang-Undang No. 31 tahun 1999 tentang anti-korupsi.

Kasus korupsi di DPRD Surabaya ini terkait terbitnya Surat Keputusan (SK) Nomor 3 Tahun 2002 serta dua SK lain, yaitu SK Nomor 5 Tahun 2002 tentang tunjangan kesehatan dan SK Nomor 9 tentang biaya operasional. Terbitnya SK ini mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp.1.2 milyar.

Moch Basuki yang akhirnya menjadi Wakil Ketua Partai Gerindra Jawa Timur, pada Pemilu Legislatif 2014 lalu, maju sebagai Caleg Gerindrra untuk DPRD Propinsi Jawa Timur. Ia kemudian terpilih, dan selanjutnya berhasil menjadi ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR