MOCOSIK: Festival Buku dan Musik di Jogja

FX. Rudy Gunawan: “Tidak semua buku best seller itu bermutu”
Tompi: “Nana apa buku kamu best seller?”
Najwa Shihab:”Ya dong buku ini best seller”
Tompi: “Nah saudara-saudara ini contoh buku tak bermutu”
FX Rudy, Glenn, Tompi: “Hahahahaha”

Itulah cuplikan dialog penuh tawa dalam sebuah diskusi buku hari kedua Mocosik Festival 2017 di Jogja Expho Center (JEC) Jogja (13/2). Tampil sebagai pembicara Najwa Shihab (penulis/presenter Mata Najwa) dan FX Rudy Gunawan (novelis/staf di Kantor Kepresidenan). Dua pembicara itu dipandu oleh dua moderator sekaligus penghibur Tompi dan Glenn Fedly.

Menjawab pertanyaan Tompi mengapa membaca, Najwa mengatakan, ada syaraf di otak kita yang hanya aktif saat membaca buku. Orang yang membaca buku akan lebih tenang karena aktifnya syaraf ini, dengan membaca manusia juga tidak cepat lupa atau pikun. Jadi bacalah buku. Najwa yang duta membaca buku itu, berharap dari Jogja akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan. Najwa juga mengritik Presiden Jokowi yang memberi hadiah anak-anak sepeda. Mulailah memberi hadiah buku. Usul ini akan disampaikan oleh FX Rudy.

FX Rudy mengaku kini menulis dan memperoleh informasi sudah sangat bebas, tak seperti di zamannya (saat kuliah) pada 1980an. “Bayangkan dulu memfotokopi buku Pramudya Ananta Toer saja bisa ditahan…” Memang ada kaitan antara daya beli masyarakat dengan pertumbuhan industri buku di Indonesia. Kini industri buku cetak mendapat saingan buku digital.

Mocosik Festival adalah sebuah festival yang memadukan buku dan musik. Festival bertajuk ‘MocoSik’ ini digelar selama tiga hari, mulai dari tanggal 12 sampai 14 Februari. Menurut Anas Syahrul Alimi, CEO Rajawali Indonesia Communication yang merupakan promotor ‘MocoSik’, festival ini merupakan festival pertama di Jogja, bahkan Indonesia, yang memadukan antara buku dan musik.

“Ini bukan konser ya, tapi sebuah festival. Kami menyebutnya book and music festival. Jadi sebuah festival yang menggabungkan buku dan festival musik. Ini adalah tempat berpesta gagasan dari teman-teman yang suka musik dan suka buku,” ungkap Anas. Ide festival ini, cukup sederhana. Bagaimana ia melihat buku sebagai sebuah printing yang mulai ditinggalkan karena adanya perkembangan teknologi yang luar biasa seperti gadget dan sosial media.

“Kami ingin mengembalikan itu untuk lihat sejenak bahwa buku itu adalah peradaban. Nah, bagaimana caranya kami menggabungkan komunitas buku dan komunitas musik tersebut,” kata Anas. Konsep acara ini juga terbilang cukup unik. Di mana para penonton yang ingin menyaksikan acara musik cukup membeli tiket yang berbentuk buku. Sebanyak 100 judul buku dengan berbagai tema, seperti sejarah, sastra, fiksi, dan lainnya, disediakan sebagai tiket. “Jadi orang bebas memilih dengan harga Rp 50 ribu saja. Mereka bisa menyaksikan festival musiknya,” tambahnya.

Sejumlah bintang tamu hadir di acara Mocosik 2017. Dari segi narasumber talkshow diisi Anas Syahrul Alimi, Heri Pemad, Najwa Shihab, dan FX Rudy Gunawan. Sedangkan untuk musisi yang nantinya beraksi yakni Tompi, Raisa, Glenn Fredly, White Shoes and The Couples Company, Endah N Rhesa, Shaggydog, Jogja Hip Hop Foundation, FSTVLST, dan lainnya.

Untuk hari pertama, Minggu (12/2) dimeriahkan oleh serangkaian kegiatanTribute to Kuntowijoyo. Di panggung musik, pengunjung dihibur oleh Jogja Hip Hop Foundation, Endah N Rhesa, dan FSTVLST.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR