Momentum Reformasi, Aktivis Mahasiswa Beri Sanksi Sosial ke Partai Pendukung HTI

Dalam Diskusi Publik Lingkar Aksi Mahasiswa Indonesia (LAMA Indonesia), aktivis mahasiswa (18/5). memberikan sanksi sosial kepada empat partai pendukung HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) (Rizal Ilyas)

Lingkar Aksi Mahasiswa Indonesia (LAMA Indonesia) memberikan sanksi sosial kepada empat partai pendukung HTI (Hizbut Tahrir Indonesia), organisasi terlarang di Indonesia. Partai tersebut yaitu: PKS, Gerindra, PAN dan PBB.

“Kami mengajak kepada seluruh mahasiswa Indonesia sebagai Agent of Control dalam masyarakat untuk memberikan sanksi sosial kepada 4 partai politik, PKS, GERINDRA, PAN dan PBB yang mendukung HTI,” ujar Kordinator Lama Indonesia, Muhammad Bimas Abidin, usai diskusi dengan tema ‘Mengupas Tuntas Organisasi HTI : Sejarah dan Ideologi, Apakah sesuai dengan cita-cita reformasi?’ di Gedung Joeang 45, Jakarta, Jumat Malam (18/5).

Bimas mengatakan, selaku agent of change pihaknya merasa cemas dan perlu menyikapi kondisi sosial politik yang saat ini dianggap melenceng dari cita cita Reformasi 1998.

“Adanya kepentingan politik taktis yang digunakan partai politik demi merebut simpatik masyarakat dengan mengorbankan kebhinekaan dan persatuan Indonesia membuat kami perlu mengambil sikap kritis,” tegasnya.

Tak hanya itu, lanjut Bimas, pihaknya juga menyerukan kepada partai politik untuk menjalankan politi sehat dan meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak mendukung agenda politik yang memecah belah bangsa Indonesia.
“Kami berharap untuk 4 Partai politik yang mendukung HT Itersebut agar segera bertaubat dan kembali ke khittah yaitu Pancasila,” tambahnya.

Selain itu, Bimas juga mengajak seluruh mahasiswa di Indonesia khususnya LAMA Indonesia, untuk melakukan aksi turun ke jalan untuk menyikapi hal tersebut.

“Kami akan mengajak elemen mahasiswa untuk turun ke jalan pada tanggal 21Mei 2018 untuk mengepung DPRD dan DPR RI guna memberikan sanksi sosial kepada partai PKS, GERINDRA, PAN dan PBB yang telah mendukung HTI,” tandasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR