MPPI Turun Langsung Ke Desa Bambangan Sebagai Bentuk Cegah Corona di Perbatasan

MPPI sosialisasi cegah corona di perbatasan, tepatnya di Sebati, Nunukan.

Wabah Corons telah disikapi serius oleh berbagai pihak. Baik instansi vertikal pemerintahan maupaun badan – badan swasta hingga komutas dan relawan dalam mencegah dan menangkal virus yang muncul pertama kali di Wuhan, Tiongkok beberapa waktu lalu, termasuk mencegah penyebaran corona di perbatasan.

Salah satu kelompok yang gigih lakukan sosialisasi kepada masyarakat terutama di titik-titik pemukiman yang sering menjadi tempat berbaur dan beraktivitasnya warga, adalah Masyarakat Peduli Perbatasan Indonesia (MPPI). Seperti pada Minggu 22 Maret 2020, kelompok yang mengusung konsep kebangsaan dalam organisasinya tersebut melakukan sosialisasi di Desa Bambangan di Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Sebagaimana diketahui,Desa Bambangan adalah salah satu wilayah perbatasan antara RI – Malaysia merupakan wilayah terpenting dan sebagai halaman terdepan NKRI. Selain sebagai salah satu Desa dengan status Kawasan Strategis Nasional ( KSN ) , Bambangan juga merupakan pintu masuk bagi masyarakat dari luar pulau Sebatik.

Heny salah satu anggota MPPI kepada Pewarta menuturkan bahwa Pademy Corona adalah hal yang tak bisa dianggap remeh. Disamping penyebarannya yang begitu ceoat, pasien dengan daya tahan tubuh terbatas bisa berakibat fatal apabila terjangkit virus ini.

“Cinta tanah air itu tak mesti harus aktif terlibat di Medan perang. Tapi ada hal – hal lain yang dapat kita perbuat sebagai bentuk aktualisasi dari nasionalisme di Tapal Batas. Contoh nya dengan upaya pencegahan dan menangkal corona virus masuk ke wilayah Perbatasan ini,” tutur Heny, Minggu (22/3/2020).

Anggota MPPI lainya, Yan mengungkapkan bahwa keberadaan mereka di Pulau Sebatik direncanakan hingga 24 Maret 2020. Diketahui, selain melakukan sosialisasi pola hidup sehat , mereka juga membagikan masker masyarkat, MPPI juga memberikan sanitazer kepada Pamtas Yonif Raider 600/Mdg, serta anggota Satgas Marinir Ambalat XXV/Pos Bambangan, begitu pula kepada oetugas Koramil 0911-02/Sebatik.

Selain itu, MPPI juga memberikan masker dan handsanitizer kepada petugas Puskesmas Setabu, Kec Sebatik Barat yang mendata orang yang masuk melalui Dermaga Bambangan dan mengecek suhu tubuh orang tersebut dgn alat suhu tubuh.

“Tujuan kita intinya disamping upaya dari cegah Corona juga mengajak masyarakat di Perbatasan ini untuk lebih peduli terhadap kedaulatan,” papar Yan.

Keberadaan MPPI di Pulau Sebatik mendapat apresiasi berbagai pihak. Seperti dijelaskan oleh petugas Puskesmas, bahwa persediaan sanitizer dan masker sudah mulai menipis, sehingga pihaknya mengakui bahwa bantuan dari MPPI tersebut sangat berarti.

“Sangat berarti, terutama untuk pengawasan mereka yang masuk sekitar 70 orang dr Nunukan melewati dermaga Bambangan ini,” ungkap petugas Puskesmas yang enggan disebut namanya tersebut.

Sementara Agus, Satgas Marinir Ambalat XXV/Pos Bambangan menyatakan bahwa setidaknya bantuan dari MPPI tersebut sangat perlu bagi petugas yang berinteraksi langsung dengan orang yang masuk melalui dermaga tersebut.

Sementara Yusup salah satu warga di Desa Bambangan mengatakan bahwa sosialisasi hidup sehat sangat diperlukan bagi banyak warga yang masih belum maksimal mengetahui pola hidup sehat, khususnya budaya sehat guna mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah perbatasan di Desa Bambangan Sebatik Barat

“Terimakasih kepada MPPI yang telah peduli kepada kami. Kepedulianya langsung kami rasakan karena bantuan yang diberikan merupakan hal yang sangat kami butuhkan dalam kondisi sekarang ini,” ungkapnya.

Terkait perkembangan kasus Corona sendiri, hingga Minggu 22 Maret 2020, secara nasional Pemerintah mengumumkan bahwa pasien positif corona mencapai 514 orang. Pasien poisitif yang meninggal 48 orang sementara pasien yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 29 orang.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR