NasDem Tak Sepakat Larangan Caleg Bagi Mantan Narapidana Korupsi

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan bahwa pihaknya tidak sepakat dengan wacana KPU yang akan melarang mantan narapidana korupsi menjadi calon legislatif.

Partai NasDem tak sepakat dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang berencana mengeluarkan peraturan berupa larangan caleg bagi mantan narapidana korupsi. NasDem beralasan hal tersebut sangat bertentangan dengan hak berpolitik warga negara juga tak pernah diatur dalam undang- undang

“KPU juga harus memperhatikan undang-undang. Undang-undang tidak melarang eks narapidana ikut (Pileg) sepanjang hak politiknya tidak dicabut,” kata Surya di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (7/4/2018).
Namun pria yang akrab dipanggil Bang Surya tersebut menegaskan bahwa walaupun pihaknya menentang wacana KPU tersebut, ia menegaskan bahwa pihaknya bukan berarti mendukung praktik korupsi. Tapi menurutnya NasDem hanya menyuarakan agar semua pihak berpegang pada hukum dan keadilan.
“Kita hanya mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan keadilan jika memang rencana KPU nantinya diterapkan. Lagi pula, para narapidana koruptor ini pun telah menjalankan hukumannya sesuai dengan keputusan pengadilan,” imbuhnya.

Sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengeluarkan aturan berupa larangan bagi mantan napi korupsi menjadi caleg (calon legislatif). Aturan larangan tersebut rencananya akan dituangkan dalam Peraturan KPU (PKPU) tentang Pencalonan Pileg 2019 mendatang untuk pertama kalinya.

Hal tersebut karena merespon perkembangan Pilkada terkait banyaknya Calon Kepala Daerah yang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sedangkan larangan Nyaleg bagi mantan napi kasus korupsi itu sendiri hingga kini masih dalam proses pembahasan yang akan diajukan dalam rapat konsultasi dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.Jadikan gambar sebaris

Namun Bang Surya kembali menegaskan bahwa tak semua pejabat bermental korup atau maling. Kalaupun ada pendapat yang mengatakan hal tersebut, Bang Surya menandaskan bahwa hal itu dapat merupakan kebenaran tapi juga tak selamanya benar.

“Enggak sepenuhnya salah, dan enggak sepenuhnya benar. Ada memang mental politik maling ada, tapi kan enggak semua kalau pernyataan Itu sebgai kritik, itu bagus sekali. Tapi kalau tuduhan, apapun risikonya terjadi pecah belah hancur lebur, itu salah,” pungkasnya

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR