Di Nunukan PMII Galang Dana Dan Mengecam Pihak Yang Mempolitisasi Gempa Lombok

Aksi Solidaritas PMII Komisariat Nunukan terhadap para korban Gempa 7 SR di Lombok. PMII galang dana untuk menerjunkan relawan dan berikan bantuan untuk lorban gempa (Foto: Eddy Santry)

Duka akibat gempa berkekuatan 7 skala Richter yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Minggu 5 Agustus 2018 lalu bukan hanya dirasakan oleh para korban yang terdampak langsung. Musibah tersebut juga telah menimbulkan keprihatinan berbagai komponen bangsa. Di Nunukan PMII galang dana untuk terjun ke lokasi bencana dan membantu masyarakat yang terkena musibah, sebagai bentuk solidaritas.

Sebagaimana yang terjadi pada Rabu (8/8/2018) di sekitar Pelataran Tugu Dwikora Nunukan, Kalimantan Utara, puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Komisiariat Nunukan, melakukan penggalangan dana sebagai spontanitas rasa kepedulian kepada para korban di NTB.

“Walau kami dari PMII seluruh Indonesia mengadakan aksi penggalangan dana, tapi sebenarnya, ada atau tidak arahan langsung dari pengurus pusat, kami tetap akan lakukan aksi sebagai spontanitas dari solidaritas,” ujar Ketua PMII Komisariat Nunukan Ahmad Abdur Rohman, Rabu (8/8/2018).

Ahmad mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan aksi penggalangan dana tersebut selama 3 hari berturut-turut. Target donatur menurut Ahmad tetap para pengguna jalan yang melewati lokasi aksi mereka. Aksi tersebut,lanjut Ahmad, selain sebagai bentuk upaya mengurangi penderitaan sesama, juga dimaksud untuk mengedukasi masyarakat dalam kepekaan membantu pihak yang kesusahan.

Dari pantauan dilapangan, Aksi dari PMII tersebut cukup mendapat respon positif dari para pengguna jalan. Para pengemudi baik kendaraan roda empat dan roda dua nampak antusias memberikan sumbanganya kedalam kotak yang dibawa para peserta aksi. Dan setelah dihitung, dari aksi sekitar 1 jam tersebut telah terkumpul donasi sebesar Rp. 4.444.000.

“Alhamdulillah respon masyarakat sangat positif dan dari aksi kami tadi terkumpul donasi sebesar empat puluh empat juta empat ratus empat puluh empat ribu rupiah. Semoga untuk aksi kedepan jumlahnya akan bertambah,” papar Ahmad.

Selain pada nominal sumbangan, Ahmad menilai bahwa dari jumlah lembaran uang yang terkumpul akan menjadi catatan tersendiri buat PMII dalam mengetahui kepedulian masyarakat dalam menyikapi bencana.

IMG-20180808-WA0471

“Kami tak pernah menilai nominal yang diberikan para donatur. Tapi dari jumlah lembaran uangnya itu kita dapat mengetahui jumlah para penyumbang, semakin banyak lembar uangnya maka semakin banyak pula jumlah orang yang menyumbang,” katanya.

 

Dalam kesempatan tersebut Ahmad juga menyampaikan himbuan kepada masyarakat untuk meringankan hati dalam kepedulian terhadap sesama tanpa memandang latar belakang etnis,agama ataupun sikap politik. Hal tersebut perlu diserukan karena PMII Komisariat Nunukan mengaku geram dengan sikap pihak-pihak tertentu yang mengukur perlu dan tidaknya bersimpati lantaran masih menimbang persamaan atau perbedaan cara pandang dan keyakinan.

Bahkan Ahmad mengaku heran dengan adanya pola pikir yang mengaitkan sebuah bencana dengan politik. Sebagai contoh Ahmad mengatakan bahwa ditengah musibah yang menimpa hingga menimbulkan korban harta dan jiwa di Lombok, masih ada orang yang mengaitkan terjadinya gempa tersebut dengan sikap politik Gubernur NTB,Tuan Guru Bajang Zainul Majdi.

“Ini menurut saya adalah pandangan yang keblinger. Dan kami PMII Komisariat Nunukan secara tegas mengecam pihak-pihak tertentu yang mempolitisasi bencana terutama yang tega mengatakan bahwa musibah gempa di Lombok terjadi karena TGB dukung Jokowi. Dan kepada pihak-pihak tersebut, silahkan datang ke Nunukan agar dapat belajar dari masyarakat Nunukan tentang kepedulian dalam menyikapi terjadinya musibah ,” tandas Ahmad.

Pernyataan Ahmad tersebut sangat beralasan, karena spontanitas kepedulian terhadap para korban akibat bencana dan dalam menyikapi persoalan kemanusiaan, para aktivis dari berbagai elemen di Nunukan selalu nampak kompak lakukan aksi solidaritas sekalipun mereka dari latar belakang yang berbeda.

“Sebaimana aksi-aksi yang telah kami lakukan, dalam menyikapi musibah gempa Lombok ini kami dan aktivis-aktivis Nunukan lainya turun lakukan penggalangan dana. Pun jika kami terpisah-pisah dalam aksi,itu karena kami mentaktisi agar tempat-tempat lain dapat tersentuh aksi penggalangan dana ini. Dan Sekali lagi kami minta kepada siapapun untuk hentikan pernyataan-pernyatan yang justru menambah rasa sakit dan sedih para korban,” pungkasnya.

Sementara itu terkait Gempa di Lombok sendiri, hingga berita ini diturunkan, tercatat sudah ada 381 orang yang meninggal dan 1.033 mengalami luka-luka dan 22 .721 rumah warga mengalami kerusakan. Informasi tersebut diperoleh dari Gunernur Terpilih NTB Zulkieflimansyah pada Rabu (8/8/2018) setelah Zulkiefli mendapat laporan dari para Bupati dan pejabat lain di Nusa Tenggara Barat.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR