Nyilem di Buton, Lihat Ikan Mandarin “Making Love”

Buton, 21/1 – Buton dikenal masyarakat Indonesia sebagai daerah penghasil aspal alami. Ya, memang Buton, salah satu Pulau di Sulawesi Tenggara penghasil aspal alami untuk membangun infrastruktur jalan. Tapi, Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun kini sedang gencar menjual potensi wisata, terutama wisata menyelam (diving) pulau penghasil aspal itu.

“Keindahan panorama bawah laut Buton tidak kalah dengan Wakatobi. Tapi kami punya spot menyelam yang banyak ikan Mandarin karena di situ juga menjadi tempat ikan Mandarin bercinta (Making Love). Para penyelam dapat melihat bagaimana ikan-ikan Mandarin bercinta,” seloroh Bupati, dari PAN.

“Mandarin fish” adalah ikan cantik karena badannya berwarna-warni bermotifkan batik. Bagi para penyelam ikan jenis ini sering diburu untuk difoto dengan kamera bawah laut. Memang tidak mudah menemukan ikan mandarin ini di bawah laut, kecuali di Buton.

“Di mana-mana susah menemukan ikan mandarin. Di teluk Pasarwajo, Buton, penyelam bisa menemukan ikan mandarin setiap waktu. Bahkan, sore dan malam bisa melihat ikan Mandarin yang berwarna-warni cantik itu kawin atau ‘making love’,” kata Bupati Samsu Umar, di Buton, Kamis.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton terkaget-kaget dengan terkenalnya Wakatobi di dunia sebagai destinasi wisata bawah laut. Orang terkaya di dunia, Bill Gates, pendiri Microsoft, sampai meluangkan waktu menginap selama satu minggu di Wakatobi.

Padahal, Wakatobi merupakan kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Buton. Oleh karena itu, Pemkab Buton menjual pariwisata bawah lautnya karena keindahannya tidak kalah dengan Wakatobi. Tepatnya mulai 18 Desember 2003, Wakatobi menjadi kabupaten sendiri terpisah dari kabupaten Buton.

Namun, kekayaan panorama bawah laut Buton tidak hanya mengandalkan mudahnya melihat Mandarin, tetapi juga para penyelam dapat melihat banyak crab (kepiting), frog fish (ikan yang punya kaki), bisa juga menemukan ikan hiu white tip atau black tip, kura-kura dan ikan napoleon yang besar-besar, kata Suardi, pemandu selam dari Rock n Roll Diver’s di Buton.

Kelebihan lain wisata menyelam di Buton adalah para penyelam dapat menemukan sebuah gua di kedalaman laut 24 meter. Penyelam dapat menelusuri gua dan menikmati stalagmit sepanjang 50 meter. Kemudian, tembus hingga daratan dan lorong yang membuat sinar matahari masuk. “Jadi, sangat indah jika kita bisa memotret sinar matahari yang masuk,” kata Suardi.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR