Pagelaran Seni Religi Lintas Iman Akan Memeriahkan Perayaan Hari Santri Nasional

Konprensi Pers Rencana Pagelaran Seni Religi Lintas Iman dalam Rangka Hari Santri Nasional (Foto Istimewa)

Persaudaraan lintas iman perlu terus-menerus dirawat, dijaga, dan dipertahankan, melalui dialog dan kerja bersama. Salah satunya seperti yang akan dilakukan oleh Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), dalam rangka perayaan Hari Santri Nasional, akan mengadakan Pagelaran Seni Religi Lintas Iman.

Budayawan Zastrouw Al-Ngatawi, staf ahli UKP-PIP menyatakan bahwa Pagelaran Seni Religi Lintas Iman akan menjadikan Peringatan Hari Santri Nasional, sebagai momentum integrasi nasionalisme dan agama dalam mempertahankan keadilan.

“Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum integrasi nasionalisme dan agama. Selain itu juga dapat dipandang sebagai nasionalisasi makna jihad, sebagai upaya mempertahankan negara, juga mempertahankan keadilan,” kata , di Jakarta (25/10/17).

Ia mengingatkan, keberagaman agama di Indonesia adalah realitas yang niscaya. Di samping sebagai keluasan khazanah, keberagaman itu juga peluang untuk menggapai etos persaudaraan lintas iman, yang dapat menjadi contoh tentang keteladanan Bhinneka Tunggal Ika.

Bhineka Tunggal Ika sendiri merupakan napas yang senantiasa menghidupkan semangat Pancasila. Oleh karena itu, persaudaraan lintas iman perlu terus-menerus dirawat, dijaga, dan dipertahankan.

Maka, dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional, UKP-PIP bekerjasama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia-didukung oleh Kementrian Agama RI-akan menggelar Festival Seni Religi Lintas Iman, pada Minggu 29 Oktober 2017, pukul 14.00-17.00 WIB, di International Hall Lt 3 Yayasan Buddha Tzuy Chi Indonesia, Jl. Pantai Indah Kapuk (PIK) Boulevard, Jakarta Utara.

Sementara, Sugianto Kusuma, Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menyatakan bahwa cinta kasih bersifat universal yang melampaui sekat-sekat perbedaan agama dan etnisitas. “Dan Hari Santri dapat menjadi sarana untuk mewujudkan cinta kasih universal bagi bangsa dan negara,” ujarnya saat ditemui di Jakarta (25/10/17).

Acara ini akan diramaikan oleh sejumlah komunitas lintas agama dan komunitas penghayat. Masing-masing perwakilan komunitas akan menampilkan pertunjukan seni dari berbagai disiplin kesenian seperti musik, tari, puisi-sufistik dan sebagainya. Selain itu, sejumlah tokoh agama akan menyampaikan testimoni tentang pentingnya persaudaraan lintas iman untuk menjaga keutuhan bangsa. Sejumlah pejabat pemerintah, mentri, dan tokoh-tokoh agama juga akan menghadiri pagelaran ini.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR