Pakuwaja Siap Memberi Warna Pada Pesta Demokrasi 2019

Ketua Pakuwaja Kalimantan Utara, Badrun, mengungkapkan bahwa dengan melihat populasi dan potensi yang ada,bukan tak mungkin Pakuwaja akan memberi warna pad Pesta Demokrasi 2019 di Kabupaten Nunukan.

Dengan polulasi sekitar 25 hingga 30% dari jumlah penduduk yang ada di Kabupaten Nunukan, warga Jawa di Kabupaten Nunukan perlu untuk diorganisir dalam wadah yang dapat membuat kepaduan dalam seiya sekata serta sama merasakan senasib sepenanggungan di perantauan. Hal tersebut diutarakan Ketua Pakuwaja Kalimantan Utara, Badrun, seuasi melantik kepengurusan Pakuwaja Kabupaten Nunukan masa bakti 2018-2023 di Gedung Akbar, Jl Fatahillah Nunukan, Sabtu (25/1/2018).

Pria yang juga menjabat Sekretaris Provinsi Kalimantan Utara tersebut juga mengungkapkan bahwa degan diorganisirnya warga Jawa di Kalimantan Utara terutama di Nunukan, kedepan diharapapkan warga Jawa mampu untuk memberi warna pembangunan di wilayah Perbatasan dalam segala lini dan bidang.

“Kita akan mendorong sosok-sosok yang berpotensi di bidang masing-masing untuk terlibat dalam karya guna mewarnai pembangunan di perbatasan,” ujar Badrun.

Ketika disinggung apakah Pakuwaja juga akan mempersiapkan kader-kadernya untuk terlibat langsung dalam kontestasi Pemilu 2019, Badrun mengungkapkan bahwa dengan melihat potensi warga Jawa di Pakuwaja,maka tentunya akan lebih terciptanya sinergritas dengan semua pihak apabila ada yang mampu turut menjadi penentu kebijakan pembangunan.

“Dengan melihat populasi (warga Jawa di Kabupaten Nunukan) yang ada,tentu akan lebih bagus jika ada yang terlibat sebagai pembambil kebijakan. Dan tentunya atas dasar kesepakatan bersama,” tandas Badrun.

Sementara itu Ketua Pakuwaja Kabupaten Nunukan Edy Mulyanto ketika ditanya terkait potensi Pakuwaja untuk mewarnai pesta Demokrasi 2019, dengan tersenyum menjawab diplomatis.

“Kita tunjukan dulu bakti kita dengan tanpa pamrih ke masyarakat. Nanti masyarakat yang akan menilai,” tukasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR