Pangdam Mulawarman Minta Masyarakat Pertahankan Keharmonisan Pasca Pemilu

Pangdam VI/Mulawarman Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Subiyanto saat berkunjung ke Nunukan (23/5), menyampaikan upaya menjaga keharmonisan pasca Pemilu. (Edy Santry)

Dalam sebuah kompetisi, kalah dan menang adalah hal yang lumrah. Pun dalam kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu), baik Pemilihan Legislatif mapun Pilpres, ada pihak yang unggul dibanding kontestan lain adalah hal yang wajar. Tetapi setajam apapun persaingan dalam kontestasi politik yang terjadi, keharmonisan pasca Pemilu harus kembali dirajut..

Hal tersebut disinggung oleh Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Subiyanto disela-sela Silaturahim dan Buka Puasa Bersama TNI-Polri, Pemkab dan Tokoh Masyarat di Halaman Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0911/Nunukan, Kamis (23/5/201). Pernyataan Pangdam Mulawarman tersebut, dalam rangka menyikapi dimamika terkini pasca Pemilu 2019.

“Perbedaan termasuk pandangan politik adalah rahmat yang harus kita sikapi dengan kedewasaan. Kemarin mungkin berbeda, namun tak ada alasan mulai saat ini untuk tidak bersatu,” ujar Subiyanto.

Subyanto menilai, jika ada suara ketidakpuasan dalam penyelenggaraan Pemilu, hal tersebut juga bagian dari dinamika berdemokrasi. Tetapi ia meminta agar ketidakpuasan tersebut disalurkan melalui etika dan mekanisme konstitusi.

Subiyanto juga mewanti-wanti masyarakat Kalimantan Utara terutama masyarakat Nunukan untuk lebih arif dalam menerima pemberitaan dan bijak dalam menyikapinya. Begitupun dengan situasi pasca Pemilu, Subiyanto meminta masyarakat lebih baik saling bersinergi merajut silaturahim dan mempererat kaharmonisan yang menjadi salah satu nafas hidup warga Kalimantan Utara.

“Saya minta masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh kejadian-kejadian di Jakarta. Biarlah yang di Jakarta, kita fokus saja menata hubungan baik antar sesama di sini,” tandas Pangdam.

Lebih lanjut Subiyanto mengungkapkan bahwa permasalahan sosial di Kalimantan Utara terutama Nunukan adalah hal yang tak kalah penting mengingat secara geografis sebagian wilayahnya berbatasan dengan negara tetangga (Sabah-Malaysia) yang sudah pasti akan menjadi pintu keluar masuk barang dan manusia.

Karena, menurut Subiyanto, lemahnya kegotong royongan anatara aparat dengan masyarakat di perbatasan, adalah sangat mungkin untuk dijadikan celah bagi para pelaku kejahatan, penyelundupan narkoba termasuk juga pelaku terorisme, untuk melebarkan aksinya.

“Ini tak hanya semata-mata menjadi tugas aparat semata, namun sinergitas antara masyarakat dengan aparat lah yang akan dapat meminimalisir penyalahgunaan jalur-jalur pintu di perbatasan, terutama masuknya Narkoba,” katanya.

Dari pantauan acara Buka Puasa Bersama dan Silaturahim itu sendiri, dihadiri unsur Muspida dan tokoh-tokoh masyarakat, aktivis serta unsur masyarakat lainya. Selain Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid dan Ketua DPRD Nunuman Danni Iskandar, nampak juga tokoh-tokoh keagamaan dan tokoh Ormas seperti Penasehat PC GP Ansor Nunukan Andi Mutamir.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR