Panglima TNI: Isu Bangkitnya Komunisme Adalah Upaya Pecah Belah Bangsa

Kabar yang tersebar baik lisan maupun melalui media sosial bahwa PKI akan bangkit dan masuknya 10 juta tenaga kerja asal Tiongkok adalah isu yang sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak yang menginginkan Bangsa ini terpecah belah. Hal ini disampaikan Panglima TNI Gatot Nurmayanto pada seminar bertajuk ‘Meruwat Indonesia, Merawat NKRI’ di Kantor PP Muhammadiyah Rabu (28/12).

Gatot juga mengingatkan agar masyarakat cerdas dan bijak dalam menanggapi sebuah pemberitaan dan dirinya berharap agar tidak menelan mentah-mentah sebuah isu apalagi yang tanpa referensi aktual.

“Kekayaan Indonesia tersebut membuat bangsa Asing tertarik. Mereka mencari cara agar terpecah belah. Cara bangsa asing dengan membuat masyarakat bingung. Kemudian mereka melakukan provokasi,mengadu domba, dan memecah belah bangsa sendiri,” ujar Gatot

Tentang isu kebangkitan PKI yang belakangan santer dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu, Gatot juga menegaskan bahwa apabila memang isu tersebut benar adanya,tentu pihaknya yang lebih dulu tahu kebenaranya. Dan jika memang itu terbukti,gatot menegaskan tanpa dikomandopun TNI berserta Umat beragama khususnya Umat Islam siap menghadapinya.

“Kita dibelokkan dengan cara seperti itu.Kalau yang namanya Komunis, TNI pasti siap (bertindak), tidak usah dikomando. Umat Islam juga pasti siap,” tegasnya

Menyinggung tentang isu yang dihembuskan bahwa saat ini ada kurang lebih 10 juta tenaga kerja asal Tiongkok, Panglima TNI pun juga mengatakan bahwa isu tersebut adalah Hoax yang sengaja disebarkan untuk memprovokasi rakyat.

“Yang mengabarkan bahwa ada 10 juta tenaga kerja asal Tiongkok datang ke Indonesia, itu adalah Hoax yang bertujuan membuat keresahan. Presiden (sudah) mengatakan bahwa jumlahnya hanya 21 ribu dan itu sangat kecil sekali, jangan ditambah-tambahi,” ucapnya

Gatot menambahkan yang harus diwaspadai sekarang adalah isu sektarian dan paham-paham yang berpotensi menebarkan aksi Terorisme. Terlebih lagi kata Gatot, saat ini ISIS mengalihkan poros kekuatan dari Timur Tengah ke Philipina.

Dengan adanya perpindahan markas, Panglima memprediksi, tujuan utama ISIS yaitu bukan hanya untuk menguasai Filipina selatan, melainkan juga mengacaukan kondisi keamanan Indonesia. Dan apabila apabila faham-faham Radikalisme maka Teroris seperti adapat panggung dan nasib Indonesia akan sperti Iraq atau Syuriah.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR