Partai Keadilan Rakyat Malaysia Belajar Sistem Kaderisasi PDI Perjuangan

Sekretaris Badiklatpus DPP PDI Perjuangan, Eva Sundari, saat menerima delegasi Partai Keadilan Rakyat Malayasia, di Jakarta, Kamis, 1 September 2016. Foto: istimewa

Lima politisi Partai Keadilan Rakyat (PKR) Malaysia melakukan dialog dengan pengurus Badan Pendidikan dan Latihan Pusat (Badiklatpus) DPP PDI-P terkait strategi kaderisasi di PDI-P. Delegasi dipimpin oleh Datuk Mustaffa Kama Yusof yang juga anggota parlemen nasional Malaysia. Diskusi dilaksanakan pada Kamis (1/9/2016) di Jakarta.

Badiklatpus DPP PDIP diwakili oleh Eva Sundari (Sekretaris), Sirmaji (Ketua Perekrutan) dan Gde Purnama (Ketua Kurikulum).

Dalam pengantar, delegasi PKR menjelaskan bagaimana mereka terkesan dengan kemenangan simultan PDIP di pemilu legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) 2014, serta di Pilkada serentak 2015 yang baru lalu setelah menjadi oposisi selama 10 tahun.

Mereka menilai, kunci kemenangan tersebut sangat terkait dengan strategi pendidikan dan kaderisasi yang dilaksanakan PDI-P.

Delegasi cukup kaget ketika Eva mengungkapkan bahwa pembiayaan kegiatan-kegiatan pelatihan dan pendidikan partai dilaksanakan secara swadaya.

“Bantuan dari Pemerintah karena sangat kecil, hampir tidak ada artinya jika dibanding kebutuhan riil partai,” kata Eva Sundari.

Pembiayaan partai di Indonesia menjadi problem mendasar dan sayangnya masyarakat tidak mendukung walau menuntut kinerja maksimal parpol.

“Semoga dukungan KPK terhadap perlunya menaikkan sumbangan negara ke parpol bisa mengubah pendapat masyarakat tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, delegasi Malaysia menjelaskan gagasan perlunya mendirikan lembaga pendidikan milik parpol dengan pembiayaan publik dengan tujuan melakukan pendidikan untuk umum.

Meski demikian, untuk situasi di Indonesia yang sedang mempersiapkan pemilu serentak, maka bantuan negara memang urgen demi kualitas demokrasi yang lebih baik.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR