Paslon Ridwan Kamil dan UU Mendaftar ke KPU Jawa Barat

Rombongan Paslon Ridwan Kamil dan UU Ruhzanul Ulum dan istrinya maaing-masing, bersama parpol pengusung menuju kantor KPU Jawa Barat di Bandilung (9/1/2018) untuk mendaftarkan diri (foto Ade)

Hari ini pasangan calon gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan UU mendaftar ke KPU Jawa Barat. Pasangan calon ini mendaftar diantar oleh pengurus partai pendukungnya yaitu Nasdem, Hanura, PKB, dan PPP

Saat memasuki kantor KPU (Komisi Pemilihan Umum) Jawa Barat, rombongan paslon ini disambut dengan iringan musik tradisional Jawa Barat. Di dalam kantor KPUD rombongan Paslon Ridwan Kamil dan UU Ruhzanul Ulum, diterima oleh Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat.  Tampak pula di ruang tamu kantor KPU Jawa Barat, Saan Mustofa ketua Partai Nasdem Jawa Barat, Syaiful Huda ketua DPD PKB Jawa Barat, jajaran pengurus PPP dan Hanura Jawa Barat, hadir mendampingi Paslon.

“Selamat datang pasangan calon, sebelum prosesi penyerahan pendaftaran, pertama-tama kami ucapkan selamat datang, wilu jeung sumping,” ujar Yayat pada hari ini (9/1/2018) di Kantor KPU Jawa Barat di Bandung.

Ketua KPU juga menyampaikan bahwa Pilkada Jawa Barat bukan hanya sekadar mencari gubernur, tetapi juga mencari pemimpin yang bisa menggerakan masyarakatnya dalam membangun kesejahteraan. Ia juga menambahkan, bahwa pemilihan gubernur Jawa Barat merupakan pesta demokrasi yang ukurannya lebih besar (dari sisi pemilih) dibanding negara-negara lainnya.

“Jadi Gubernur Jawa Barat lebih keren dibanding perdana menteri di beberapa negara di luar negeri. Pemilu Jawa Barat skalanya sama dengan di Sepanyol, negara asal klub Real Madrid dan Barca,” kata Yayat lagi, disambut tawa rombongan Paslon.

Saat prosesi di mulai, Yayat menjelaskan dokumen pertama yang wajib dibawa adalah dokumen surat pencalonan atau dokumen B-KWK parpol. Setelah itu surat keputusan DPP parpol tentang persetujuan paslon atau dokumen B1-KWK parpol. Kemudian surat pernyataan tentang kesepakatan parpol dalam pencalonan atau dokumen B2-KWK parpol, serta dokumen B3-KWK parpol, yaitu surat pernyataan antara parpol dengan paslon. Dokumen itu kemudian diserahkan oleh ketua parpol masing-masing untuk diverifikasi.

Kemelut yang dialami oleh Ridwan Kamil cukup panjang, berkaitan dengan partai pengusung dan calon wakil gubernur yang akan dipilih untuk mendampinginya, Seperti yang kita ketahui, keputusan untuk memilih UU Ruhzanul Ulum baru diambil dua hari lalu. UU sendiri merupakan bupati Tasikmalaya dari PPP.

Setelah mendaftar Ridwan Kamil memberikan keterangan pers, yang isinya menyatakan bahwa nama pasangan calon ini adalah Rindu kependekan dari nama paslon, Ridwan Kamil dan UU.

 

(Kontibutor Ade Suhendi)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR