PDI Perjuangan : Hanya Gus Ipul Yang Mengambil Formulir Calon Gubernur Jawa Timur

Kusnadi (baju hitam berpeci), Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur (Dok)

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, tepat pukul 17.00 WIB, telah menutup tahapan pengambilan formulir pendaftaran bakal calon gubernur Jawa Timur dan wakilnya, di kantor Jalan Kendangsari Industri, Surabaya, Rabu (14/6/2017).  Tercatat ada enam orang yang mengambil formulir, baik sebagai bakal calon gubernur Jawa Timur maupun calon wakil gubernur.  Keenam pendaftar, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau akrab dipanggil Gus Ipul, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi, anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Suhandoyo, anggota DPR RI dari Daerah pemilihan Madura H Said Abdullah, dan Bupati Ngawi Budi Sulistyono atau akrab dipanggil Kanang, serta Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Gus Ipul sudah dipastikan mengambil formulir sebagai bakal calon gubernur Jawa Timur. Sedangkan Kusnadi yang juga ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, mengambil formulir untuk bakal calon wakil gubernur.

Empat pendaftar lain,  Suhandoyo yang juga ketua Banteng Muda Indonesia Jawa Timur, H Said Abdullah, Budi Sulistyono, dan Abdullah Azwar Anas mengambil formulir bakal calon wakil gubernur.

“Dari para pendaftar yang mengambil formulir calon gubernur hanya Gus Ipul,” kata Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari Sri Untari.

Budi Sulistyono dan H Said Abdullah diketahui juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Sedangkan Abdullah Azwar Anas pada musim pilkada 2015 diusung PDI Perjuangan untuk menjadi bupati Banyuwangi.

Pengambilan formulir Abdullah Azwar Anas dilakukan oleh Ketua PDI Perjuangan Banyuwangi Made Cahyana Negara di hari akhir pendaftran.

“Keempatnya sudah mendaftar dan mengambil formulir. Soal apakah sebagai bakal cagub atau cawagub, akan diketahui saat formulir dikembalikan,” kata Untari.

Mulai Kamis – Jumat (15-30/6/2017, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur memberi masa pengembalian formulir pendaftaran. “Jadi ada tenggat hari  lima belas  hari ya para pendaftar untuk mengembalikan formulir,” lanjut Untari.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR