Peduli Korban Gempa Lombok, Kelompok Seni Reog Lakukan ‘Ngamen Amal’ di Nunukan

Paguyuban Seni Reog Mitra Langen Lestari Nunukan melakukan aksi kepedulian terhadap korban gempa Lombok melalui pengalangan dana, Minggu (12/8/2018)

Derita akibat bencana Gempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tengara barat pada Minggu 5 Agustus lalu cukup menjadi duka bagi segenap lapisan masyarakat di Indonesia. Berbagai elemen terus berupaya lakukan aksi solidaritas dengan terjun langsung sebagai relawan atau melakukan aksi penggalangan dana untuk korban gempa Lombok.

Seperti yang dilakukan sekelompok masyarakat dari Paguyuban Seni Reog Ponorogo “Mitra Langen Lestari” di Nunukan,Kalimantan Utara, Minggu (12/8/2018), karena rasa kepedulian terhadap korban dari gempa berkekuatan 7 skala richter tersebut, mereka melakukan penggalangan dana dengan aksi Ngamen Amal dengan menyasar masyarakat di sepanjang jalan utama Kota Nunukan.

Edi Purnomo Sarbun,Ketua paguyuban seni reog tersebut mengungkapkan bahwa selain sebagai edukasi kepada masyarakat Nunukan dalam kepedulian, juga diharap akan dapat mengurangi beban para korban.

“Yang pertama tentu sebagai rasa kepedulian atas derita saudara kita di Lombok dan kedua adalah sebagai edukasi kepada masyarakat Nunukan dalam berbagi,” tutur pria yang akrab dipanggil Sarbun tersebut.

Lebih lanjut Sarbun mengharap,dengan aksi tersebut akan dapat memotivasi masyarakat untuk berkreasi atas potensi yang dimiliki dan semangat kegotong royongan dalam segala hal. Sebagai contoh,Sarbun menuturkan bahwa ia bisa saja menyumbang secara pribadi kepada para korban tapi dengan melibatkan paguyuban seni yang dipimpinya maka disamping semua anggota dapat mengambil peran untuk ,nominal sumbangan yang akan didapat, juga rasa sulatuahim antar anggota dan kepada masyarakat luas akan terbina.

“Kalau saya berdonasi dua juta rupiah,tentu hanya segitu jumlahnya. Tapi kalau uang itu gunakan untuk konsumsi dan saya ajak teman-teman paguyuban untuk galang dana, tentu jumlahnya akan bertambah,” terangnya.

Ucapan Sarbun memang sangat beralasan, terbukti dengan melibatkan paguyubanya, kurang dari 6 jam mereka melakukan aksi, terkumpul donasi sebangak Rp.28.921.000. Dan Sarbun juga mengungkapkan bahwa dengan cara tersebut semua pihak dapat turut beramal tanpa kecuali.

“Kalau saya sendiri menyumbang kan hanya saya yang dapat pahala. Tapi kalau dengan aksi seperti ini, teman-teman paguyuban yang galang dana juga dapat pahala terlebih masyarakat yang menyumbang,” katanya.

Ada yang unik dari paguyuban Kesenian Reog Ponorogo Mitra Langen Lestari Nunukan ini. Kendati kesenian Reog memang asli seni dari Jawa,akan tetapi para penari terdiri dari beragam etnis yang ada di Kota Nunukan.

“Iya, memang kesenian Reog dari Jawa, tapi para penari di Paguyuban kami ada yang dari suku Bugis,Tidung,Tana Toraja dan Timor dan Insha Allah nanti akan ada yang dari Dayak juga ,” pungkasnya.

Untuk kondisi di Lombok,Nusa Tenggara Barat terus bertambah. Hingga Minggu (12/8/2018) tercatat 392 orang meninggal dunia, 1.353 orang luka-luka, 387.067 orang mengungsi, 67.875 unit rumah rusak, 606 sekolah rusak, dan kerusakan lain.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR