Pelaku Bom Bunuh Diri di 3 Gereja di Surabaya Satu Keluarga

Kapolri Tito Karnavian di RS Bhayangkara (13/5) jelaskan tentang Pelaku Bom Bunuh Diri di 3 Gereja di Surabaya (Adi s)

Pengeboman 3 gereja di Surabaya ternyata adalah bom bunuh diri. Pihak Kepolisian telah berhasil mengungkap pelaku bom bunuh diri di 3 gereja di Surabaya tersebut, yang ternyata satu keluarga.

Kapolri Jendral Tito Karnavian kepada wartawan menjelaskan, pelaku bom bunuh diri berjumlah 6 orang, dalam satu keluarga. Mereka adalah pasangan suami istri Dika Supriyanto dan Puji Kuswanti, beserta 4 anaknya yang terdiri dari 2 anak remaja laki-laki: Yusuf dan Alif (17 dan 16 tahun), dan 2 anak perempuan: Fadila Sari dan Pamela Rizkita (12 dan 9 tahun).

Kapolri menjelaskan bahwa pelaku terkait dengan kelompok Jamaah Anshorut Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT).

“Satu keluarga ini terkait dengan sel JAD yang ada di Surabaya, dia adalah ketuanya,” kata Kapolri Jendral Tito Karnavian RS Bhayangkara Surabaya, Minggu (13/5).

Tito mengungkapkan, mereka (JAT dan JAD) adalah kelompok pendukung Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). Sedangkan motif dugaan bom bunuh diri ini, menurut Tito terkait dengan kekalahan ISIS di Irak dan Suriah. Simpatisan dan anggota ISIS kemudian kembali ke negara masing-masing, dan menggelar serangan di seluruh dunia.

“Dalam keadaan terpojok, mereka kemudian memerintahkan semua jaringan di luar, termasuk yang sudah kembali ke Indonesia, melakukan serangan di seluruh dunia. Di London, juga ada peristiwa terorisme yang menggunakan pisau,” ungkap Tito.

Kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua menurutnya bukan sekadar karena makanan, tetapi meripakan tindakan pembalasan yang dilakukan kelompok JAD.

“Saya menduga aksi bom bunuh diri di Surabaya sebagai bentuk pembalasan, karena pimpinan tertinggi JAD, Abdurrahman dan Zainal Anshori telah ditangkap,” tandas Kapolri Tito Karnavian.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR