Pembangunan Embung di NTT untuk Meningkatkan Pasokan Air dan Perkuat Sektor Pertanian dan Perikanan

Pemerintah banyak bangun Embung di NTT, salah satunya yang diresmikan Presiden Jokowi di hari kedua kunjungan kerjanya ke Kabupaten Rote Ndao, Provinsi NTT. (Foto Biro Pers Setpres)

Pemerintah terus berupaya mempercepat pembangunan dan pemerataan di sejumlah wilayah bagian timur Indonesia, salah satunya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pembangunan Embung di NTT diperbanyak untuk meningkatkan pasokan air di provinsi tersebut, untuk memperkuat sektor pertanian dan perikanan.

Hal tersebut dilakukan pemerintah mengingat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTT, 30 persennya berasal dari sektor pertanian dan perikanan. Oleh sebab itu, melalui proyek strategis nasional, pembangunan embung di NTT,  ditingkatkan pemerintah. Salah satunya yang diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo di hari kedua kunjungan kerjanya ke Kabupaten Rote Ndao, Provinsi NTT.

“Pemerintah telah membangun 74 embung di Kabupaten Rote Ndao,” ujarnya saat meresmikan embung Saina, di Kabupaten Rote Ndao, NTT, pada Selasa, 9 Januari 2018.

Presiden Joko Widodo menyaksikan sendiri, betapa masyarakat NTT menyambut positif banyaknya pembangunan embung. Kini, di sekitar embung yang dibangun, banyak terhampar lahan-lahan pertanian baru yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat setempat.

“Kita melihat tadi di sekitar embung ini masyarakat menyambut dengan membuat sawah-sawah baru kemudian menanam jagung, di bawah tadi saya lihat padi-padi sudah mulai ditanam. Saya kira apa yang kita bangun ini disambut masyarakat dengan hal-hal yang produktif,” ucapnya.

Presiden jelaskan tentang pembangunan Embung di NTT kepada wartawan (foto Biro Pers Setpres)
Presiden jelaskan tentang pembangunan Embung di NTT kepada wartawan (foto Biro Pers Setpres)

Produktivitas inilah yang nantinya diharapkan dapat ikut meningkatkan produksi beras dari NTT. “Tadi Pak Bupati menyampaikan di sini sudah surplus, sudah diambil bulog. Ini yang kita harapkan, produksi beras di Kabupaten Rote Ndao yang terus meningkat,” tuturnya.

Kepala Negara juga menyatakan bahwa kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat NTT ialah adanya pasokan air yang cukup. Untuk itulah pemerintah terus membangun embung-embung di NTT untuk menjaga pasokan air.

“Kalau air ada, urusan pertanian, kebun, dan keperluan air baku akan terselesaikan. Dengan 74 embung yang sudah ada ini kita harapkan produktivitas pertanian dan kebun akan meningkat,” ujar Presiden.

Untuk diketahui, sampai dengan saat ini, pemerintah telah membangun sebanyak 1.100 embung di seluruh penjuru NTT. Bersamaan dengan pembangunan 74 embung yang dikhususkan di Kabupaten Rote Ndao, turut dibangun pula 24 embung lainnya di kawasan lain di NTT.

Adapun embung Saina yang berlokasi di Desa Oelolot, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao memiliki kapasitas tampung seluas 102.709 meter kubik. Embung tersebut diharapkan dapat melayani kebutuhan air baku dan peternakan bagi sekira 225 warga sekitar.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR