Pembangunan Jalan Tol Bocimi, Terkendala Lahan dan Cuaca

Lokasi Proyek Pambangunan Jalan Tol Bocimi

Pembangunan Jalan Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi) diprediksi belum bisa dimanfaatkan untuk angkutan Lebaran. Sebab, selain kendala faktor cuaca hujan, enam unit bangunan di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor hingga saat ini belum dibebaskan oleh Pemkab Bogor.

“Pengerjaan proyek terganggu dan berharap bisa diselesaikan segera. Sebab, lokasi rumah dan ruko yang belum dibebaskan berada di lahan sengketa,” kata Pimpinan Proyek pembangunan Tol Bocimi Joko Susilo kepada indeksberita.combaru-baru ini.

Ia berharap agar bangunan itu segera dibebaskan agar tidak menghambat proyek pembangunan jalan tol Bocimi secara keseluruhan. “Apalagi pemerintah pusat menargetkan pembangunan sesi satu hingga Caringin rampung akhir Desember tahun ini,” tukasnya.

Menurutnya,.Penyelesaian pembangunan Tol Bocimi sesi 1, ditargetkan bisa dioperasional pada Lebaran tahun ini, tapi karena ada beberapa faktor seperti curah hujan yang tinggi menjadi kendala dalam proses pembangunan fisik. Sehingga jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) sesi 1 dari Ciawi hinga Cigombong sepanjang 15,3 kilometer dipastikan belum bisa dioperasikan saat musim mudik Idul Fitri 1438 H.

“Saat ini proses pembangunannya khususnya fisik baru mencapai 36 hingga 37 persen,” lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, kemacetan parah , sering terjadi di jalur Ciawi-Sukabumi. Semula dengan rampungnya pembangunan Jalan Tol Bocimi diharapkan dapat mengurai kemacetan jalan tol sepanjang 54 kilometer (km) dengan waktu tempuh yang selama ini berjam-jam bisa dipangkas menjadi hanya 1 jam.

Informasi yang dihimpun media online ini, dari catatan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), jalan tol Bocimi memiliki empat seksi dengan nilai investasi mencapai Rp 7,7 triliun. Badan Usaha Jalan Tol proyek ini adalah PT Trans Jabar Tol, anak usaha PT Waskita Karya Tbk.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR