Pembangunan Pulau Terdepan di Maluku Tenggara Barat Tingkatkan Konektivitas Antar Pulau

Hasil Pembangunan pulau terdepan di Maluku Tenggara Barat (Foto Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

Pembangunan infrastruktur ditujukan bukan hanya untuk mengejar ketertinggalan dan meningkatkan daya saing nasional, namun juga menumbuhkan sentra-sentra ekonomi baru yang memberikan nilai tambah bagi daerah. Salah satunya adalah pembangunan pulau terdepan di Maluku Tenggara Barat, yakni Pulau Yamdena, Pulau Selaru, dan Pulau Larat, dalam bentuk pemeliharaan jalan dan jembatan

Dari rilis yang dikeluarkan oleh Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR diketahui, pembangunan infrastruktur di pulau-pulau terdepan Indonesia dilakukan Kementerian PUPR melalui pendekatan kewilayahan, yaitu melalui Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) 35.

Pembangunan diarahkan untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, keamanan nasional, pertahanan negara dan bangsa serta menciptakan stabilitas kawasan. Disamping itu juga mengamankan potensi sumber daya alam untuk dimanfaatkan dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan dan tentunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan jalan dan jembatan di Pulau Larat, Yamdema dan Selaru akan terus kami kerjakan secara bertahap. Tahun 2018 dari 226 Km jalan, sepanjang 179 Km atau 79% kondisinya mantap,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

Selain pembangunan jalan, selesainya pembangunan Jembatan Leta Oar Ralan sebagai penghubung Pulau Yamdena dan Pulau Larat, menjadi bagian penting bagi kelancaran konektivitas karena akan memangkas waktu tempuh dan biaya logistik kedua Pulau. Jembatan yang melintasi Laut Arafura sepanjang 323 meter dan lebar 10 meter dibangun dengan menggunakan dana dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp. 123 miliar.

Jembatan ini telah diresmikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi Menteri Basuki pada tanggal 17/1/2019. Welem Duarko, salah seorang petani yang tinggal di Pulau Larat menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah yang telah meningkatkan akses jalan di daerahnya.

“Kebanyakan warga sekitar 80% merupakan petani, sebagian kecil lainnya menjadi nelayan, bertani kopra, sayuran, tanaman umbi umbian. Hasil panen kami jual ke Saumlaki, Ibukota kabupaten di Pulau Yamdena,” kata Welem.

Pulau Yamdena merupakan pulau terbesar sebagai besar domisili masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Untuk mencapai peningkatan kondisi jalan nasional di ketiga pulau tersebut, dalam periode tahun 2016-2018 total anggaran yang dibelanjakan Kementerian PUPR sebesar Rp 417,35 miliar berupa penanganan jalan nasional mulai dari penanganan jalan long segmen, pembangunan jalan, preservasi rekonstruksi dan preservasi rehabilitasi jalan.

Pada tahun 2019, akan dilaksanakan penanganan jalan nasional dengan anggaran sebesar Rp 110,65 miliar yang terbagi menjadi pelaksanaan preservasi rekonstruksi jalan nasional Pulau Larat dan Pulau Selaru sepanjang 10 Km, preservasi rekonstruksi jalan nasional Pulau Yamdena sepanjang 8,80 Km, pelaksanaan rekonstruksi jalan nasional di Pulau Larat – Lamdesar Timur sepanjang 10 Km.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR