Pembangunan Rel KA ke BBIK Masih Ngambang

Yogyakarta – Pembangunan jalur relasi kereta baru ke BBIK adalah ranah koordinatif antara dua BUMN, yaitu PT. KAI (Persero) dan PT. Angkasa Pura I. Wacana tersebut masih mengambang, karena kedua belah pihak masih menghadapi problematika pembangunan.

PT KAI yang masih memikirkan anggaran pembebasan lahan. Sementara PT AP masih menghadapi gugatan warga terdampak pembangunan.

Dalam menghadapi persoalan tersebut, Sahala Lumban Gaol selaku Staf khusus 1 Menteri BUMN mengatakan bahwa nantinya Kementerian BUMN dan jajaran BUMN lain akan ikut berpartisipasi membantu. Hal tersebut dikarenakan Kementerian sendiri menargetkan DIY menjadi pusat destinasi wisata di pulau Jawa.

“Entah sistemnya nanti seperti apa, yang penting nantinya BUMN saling bersinergi”, kata Sahala saat ditemui setelah Upacara Bendera dalam memperingati HUT RI ke 71 di halaman timur stasiun Yogyakarta yang terletak di Jl. Mangkubumi.

Sementara itu, Edi Sukmoro selaku Direktur Utama PT. KAI menambahkan, bahwa nantinya pembebasan lahan 20 Hektar akan dilakukan secara gotong royong bersama BUMN lain yakni PT. Taman Wisata Candi, PT. Primissima dan PT. Barata Indonesia yang dinamakan Sinergi 4.

PT. KAI sendiri akan mendukung PT. AP I. Mengenai berapa anggaran yang disiapkan untuk melakukan pembebasan lahan, Edi mengakui bahwa hingga saat belum dibentuk Tim Appraisal dari pihak KAI, namun nantinya Pimpro akan dipersiapkan oleh PT. AP I.

“Kalau KAI kan lebih membangun pada operasionalnya, keretanya, ya loko-nya, ya stasiunnya. untuk masalah lahan sekaligus diselesaikan secara bersama. Ya seperti apa yang Menteri BUMN bilang, segalanya akan dilakukan lebih greget kalo bersinergi. Nanti karena ada perencanaan yang menyeluruh, nanti masing-masing BUMN akan masuk mengambil bidangnya masing-masing”, pungkasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR