Pemberantasan Korupsi adalah Penindakan dan Pencegahan

Foto: Dian A.R.

Jakarta – Tak terpilihnya Johan Budi dalam seleksi Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Komisi III DPR RI (17/12/2015) merupakan sinyal bahwa DPR sangat “tidak nyaman” dengan jajaran komisioner sebelumnya. Demikian ujar Dian A.R., Advokat yang juga pegiat anti korupsi, di Jakarta (11/01/2016) saat diminta pendapatnya tentang prospek pemberantasan korupsi di tahun 2016.

Menurutnya, walaupun figur para  komisioner terpilih sangat berpengaruh pada kewibawaan KPK, namun pada kenyataannya kekuatan KPK justru karena adanya dukungan publik.

” Jangan skeptis terhadap figur komisioner KPK yang ada saat ini. Suka atau tidak suka, mereka sudah terpilih. Kalau kita semua mendukung upaya pemberantasan korupsi maka kita harus tetap mendukung KPK. Sebab selama ini KPK kuat karena dukungan kita semua”, ujarnya.

Yang lebih penting, menurut Dian, bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak bisa dipisahkan antara pencegahan dan penindakan, sebab keduanya merupakan satu kesatuan. Pencegahan korupsi tujuannya untuk pemberantasan korupsi. Demikian pula halnya dengan penindakan.

Hal lain yang tidak boleh diabaikan adalah kontrol publik. “Kontrol publik harus tetap dibangun, dan KPK harus selalu terbuka dan menindaklanjuti setiap laporan adanya tindakan korupsi dari masyarakat,” katanya mengakhiri pembicaraan. (mtr)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR