Pemecatan Satu Juta PNS Masih Sebatas Wacana di Kementerian Yuddy

Ilustrasi PNS

“Presiden sampai hari ini belum pernah dilaporkan mengenai rencana pengurangan tersebut, sehingga kami menganggap bahwa ini masih dalam tahap gagasan, ide, wacana yang berkembang di Kementerian PANRB”
Jakarta – Wacana tentang rencana pemecatan 1 juta pegawai negeri sipil (PNS) ternyata masih sebatas wacana di Kementerian Pendayagunaan Aparatus Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB). Hal itu dikatakan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung di Gedung Kemensetneg, Jakarta, Kamis (2/6/2016).

Menurut Pramono, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sampai hari ini bahkan belum pernah mendapat laporkan mengenai rencana tersebut dari MenPAN-RB Yuddy Chrisnandi.  Karena itu, lanjut Pramono, masalah pemangkasan 1 juta PNS itu masih dalam tahap gagasan, ide, atau wacana.

“Presiden sampai hari ini belum pernah dilaporkan mengenai rencana pengurangan tersebut, sehingga kami menganggap bahwa ini masih dalam tahap gagasan, ide, wacana yang berkembang di Kementerian PANRB,” kata Pramono.

Pramono menjelaskan, terkait isu penting seperti itu karena angkanya juga sangat besar (1 juta orang) maka pemangkasan itu  seyogyanya pasti akan diputuskan oleh Presiden.
“Pasti akan diratas (rapat terbatas)kan. Ratas saja belum pernah untuk membahas itu,” ujarnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Menteri PANRB Yuddy Chrisnandi mengatakan , bahwa  program pemangkasan 1 juta PNS tersebut menjadi satu hal yang harus dilakukan demi efisiensi belanja serta peningkatan kapasitas para pegawai.

“Ini kan satu juta masih angka simulasi dan belum tetap, tapi untuk efisiensi belanja pegawai dan peningkatan kapasitas diperlukan rasionalisasi itu,” kata Yuddy di Kantor Wakil Presiden Indonesia, Jakarta, Selasa (31/5) lalu.

Menurut Yuddy, saat ini jumlah PNS yang ada di Indonesia berkisar di angka 4,5 juta jiwa dan 500 ribu di antaranya sudah akan pensiun pada 2019 mendatang. Ia menyebutkan, jika dihitung menggunakan teknologi dan mengharapkan adanya sumber daya manusia yang unggul, sebenarnya Indonesia “hanya” membutuhkan 3,5 juta PNS.

“Itu artinya jika menghitung angka rasionalisasi dan jumlah PNS yang akan pensiun, maka jumlah PNS yang akan tersisa hanya ada di angka 3 juta jiwa alias kurang 500 ribu dari target awal. Oleh sebab itu, sisa 500 ribu tersebut akan dimasukkan melalui seleksi PNS yang terbagi dalam beberapa bagian, baik khusus maupun seleksi pada umumnya,” ujar Yuddy.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR