Pemerintah Alokasikan Anggaran Infrastruktur Padat Karya Untuk Meningkatkan Daya Beli

Irigasi tersier di Desa Dukuhlo, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, di anggarkan dari program infrastruktur padat karya kementerian PUPR (dokumen Kementerian PUPR)

Tahun 2018, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran infrastruktur padat karya sebesar Rp 11,28 triliun, dengan porsi belanja upah Rp 2,4 triliun. Salah satu yang dibiayai dalam anggaran ini adalah proyek P3TGAI (Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi).

Infrastruktur Padat Karya di Tasikmalaya

Pada hari ini, Selasa (16/1/2018), Presiden Jokowi mengunjungi program infrastruktur padat karya di Kabupaten Tasimalaya, Jawa Barat. Untuk Provinsi Jawa Barat, P3-TGAI dilaksanakan di 711 lokasi di 19 kabupaten dengan nilai anggaran Rp 160 Milyar yang melibatkan 15 orang per lokasi bekerja selama kurang lebih 50 hari. Kepada wartawan, Presiden menyatakan bahwa program infrastruktur padat karya tunai ini akan menambah lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.

“Di proyek ini yang bekerja ada 190 orang tapi dibayarnya beda, setiap seminggu sekali,” kata Presiden.

Presiden juga mengapresiasi, kemajuan pembangunan saluran irigasi tersier di Desa Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya-Jawa Barat, yang berlangsung cepat.

“Ini (kerjanya) seminggu saja belum tapi progresnya cepat sekali,” ungkap Presiden kepada para jurnalis usai peninjauan.

Infrastruktur Padat Karya di Tegal

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono telah meninjau pelaksanaan pekerjaan infrastruktur padat karya irigasi di Desa Dukuhlo, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Di lokasi proyek Presiden Jokowi menjelaskan bahwa proyek infrastruktur padat karya sudah direncanakan sejak tahun lalu

“Ini kerja bayar tunai dan merupakan padat karya yang tahun lalu kita rencanakan. Baru seminggu dimulai membuat irigasi tersier. Untuk tukangnya dibayar Rp 100 ribu, untuk pembantunya Rp 80 ribu. Ini standar di Tegal dan sekitarnya, dibayar seminggu sekali. Saya minta kepada Pak Menteri, kalau bisa setiap hari dibayar, tapi ini yang sudah berjalan memang mingguan,” ucap Presiden. .

Ditambahkan Presiden Jokowi, banyak manfaat dari program padat karya tunai, diantaranya menambah uang beredar di masyarakat, sehingga diharapkan tingkat konsumsi, daya beli masyarakat desa semakin naik.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pekerjaan padat karya di Desa Dukuhlo berupa pemasangan batu kali dan galian sepanjang 500 meter yang akan meningkatkan kelancaran suplai air ke lahan persawahan petani. Selain itu juga dilakukan pekerjaan operasi dan pemeliharaan pada saluran irigasi primer dan sekundernya.

Selanjutanya Menteri Basuki menjelaskan tentang besarnya Alokasi Anggaran secara keseluruhan untuk P3-TGAI di 34 propinsi. “P3-TGAI dilakukan di 5.000 lokasi di 34 provinsi dengan anggaran Rp 1,12 triliun,” terangnya.

Tujuan proyek ini ujar Menteri Basuki, untuk peningkatan dan pemeliharaan saluran irigasi tersier. “Masing-masing lokasi mendapat alokasi Rp 225 juta dengan komposisi Rp 195 juta untuk pekerjaan fisik dan Rp 30 juta untuk pendampingan,” urainya.

P3TGAI meningkatkan partisipasi petani dalam perbaikan dan peningkatan jaringan irigasi karena dikerjakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) setempat didampingi oleh Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM).

Selain P3-TGAI, program padat karya Kementerian PUPR lainnya untuk mendukung ketahanan pangan nasional yakni operasi dan pemeliharaan irigasi. Total anggarannya sebesar Rp 1,6 triliun dimana alokasi belanja upah Rp 664,2 miliar dengan 4.754 kegiatan dan menyerap tenaga kerja 53.136 orang.

Turut mendampingi Menteri Basuki adalah Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan dan Fasilitasi Jalan Daerah Sugiyartanto, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI Artyanto, Kepala BBPJN VII Heri Marzuki, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Ruhban Ruzziyatno, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra Atmawidjaja.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR