Pemerintah Akan Berikan Ayam dan Kambing Untuk Masyarakat Miskin

Mentan, saat mengawali tanam padi raya di Sebatik Nunukan, menegaskan bahwa Nunukan akan menjadi Lumbung Pangan Nasional. (Foto: Eddy Santry)

Untuk memangkas kemiskinan, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (kementan), berencana memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang dikategorikan miskin berupa hewan peternakan dan perkebunan. Bentuk bantuanya adalah ayam dan kambing untuk masyarakat miskin di 1.000 Desa di seluruh Indonesia.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, program tersebut untuk menekan angka kemiskinan di Pedesaan yang saat ini tercacat mencapai 16,9 juta atau 4 juta Rumah Tangga.

“Kita memberikan bantuan rencananya 50 ekor Ayam satu rumah tangga, juga ada Kambing. Juga berikan tanaman lain, misalnya Pepaya, Pohon Kopi. Berdasarkan keunggulan komparatif satu Daerah.” ujar Amran kepada wartawan ,Minggu (15/4/2018).

Program tersebut memurut Amran, dipastikan tepat sasaran. Dalam penyaluran nantinya, Amran mengungkapkan akan melibatkan Kementerian Sosial, Kementerian Desa dan BUMN. Sebagai percontohan, rencananya Kementan akan melakukan opening pada 23 April 2018 di Cianjur.

“Rencannya, bantuan itu berupa jangka panjang, menengah, dan jangka pendek. untuk jangka pendek adalah sayur sayuran, jangka menengah adalah peternakan ayam dan kambing, dan jangka panjang adalah perkebunan ,”imbuhnya.

Amran berkeyakinan bahwa progatam pementasan kemiskinan ini dipastikan mengurangi angka kemiskinan satu digit nantinya. Dengan tepat sasaran pada keluarga yang benar-benar miskin.

“Kita memberikan bibit kepada yang masuk ke dalam daftar keluarga miskin. Langsung tepat sasaran Sehingga kami yakin ke depan kemiskinana turun satu digit,” paparnya.

Ada delapan wilayah yang menjadi fokus gerakan pengentasan kemiskinan berbasis pertanian ini, antara lain Beberapa Provinsi di Pulau Jawa, Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Kalimantan Selelatan, dan Provinsi Lampung.

Dan Untuk memastikan program tersebut bisa tepat sasaran, Kementerian Pertanian akan langsung turun ke lapangan untuk penerapannya. Berdasarkan data Kementerian Sosial, sasaran program tersebut bahkan bisa menjangkau langsung ke sasaran, berdasarkan nama dan alamat.

“Kita punya tim, kami yang langsung kawal. Datang di lapangan, melihat lansgung. Ini 16 juta ada nama dan alamatnya,” pungkas Amran.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR