Pemerintah Putuskan Cuti Bersama Lebaran 2018 Tetap 7 Hari

Meteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan Puan Maharani dalam Rapat Koordinasi di Kantor Kemenko PMK Selasa (7/5/2018), mengatakan Pemerintah tak mengubah SKB cuti bersama Lebaran 2018. (Foto , Kemenko PMK)

Meski sebelumnya kalangan Pengusaha tidak sepakat , Pemerintah memutuskan tetap tak mengubah aturan cuti bersama Lebaran 2018 dan tetap berpegangan pada Surat Ketetapan Bersama (SKB) tiga menteri yang sebelumnya telah ditetapkan. Dengan demikian, libur cuti bersama Lebaran 2018 adalah tanggal tanggal 11, 12, 13, 14, 18, 19, dan 20 Juni 2018 atau selama 7 hari dengan total libur selama 10 hari.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani memastikan, keputusan ini sudah dibicarakan dan dipertimbangan dengan baik oleh semua lapisan masyarakat. Pelayanan publik juga dipastikan tetap berjalan baik.

“SKB tiga menteri tetap berlaku dengan ketentuan yang saya sampaikan bahwa aspek sosial, ekonomi tetap berjalan. Empat Menko akan memberikan instruksi langsung bahwa pelayanan publik tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ungkap Puan di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (7/5/2018).

Menurut Puan, alasan Pemerintah menetapkan waktu cuti bersama tersebut karena melihat aspek sosial. Puan mengungkapkan cuti bersama akan memberi waktu yang cukup bagi masyarakat dalam bersilaturahmi bersama keluarga yang berada di luar kota, dan pemerintah dapat melakukan rekayasa lalu lintas sehingga memberikan kenyamanan dalam perjalanan mudik.

“Sementara dari aspek ekonomi, pemerintah telah mempertimbangkan agar dunia usaha dapat beroperasi dengan mendapatkan dukungan pelayanan dari sektor perbankan, transportasi, urusan ekspor-impor, imigrasi, dan bea-cukai,” imbuh Puan.

Adapun delapan pertimbangan yang menjadi pertimbangan pemerintah untuk tetap memberlakukan SKB tiga menteri yang telah ditandatangani sebagai berikut:

1. Pemerintah memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat yang mencakup kepentingan masyarakat luas tetap berjalan seperti biasa: rumah sakit, telekomunikasi, listrik, air minum, pemadam kebakaran, keamanan dan ketertiban, perbankan, imigrasi, bea cukai, perhubungan, dan lain sebagainya.

2. Setiap Kementerian/Lembaga akan menugaskan pegawai yang tetap bekerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

3. PNS yang tetap bekerja untuk melayani masyarakat pada saat cuti bersama, dapat mengambil cuti di waktu lain tanpa mengurangi hak cuti tahunannya.

4. Transaksi Pasar Modal dan Bursa akan dibuka pada tanggal 20 Juni 2018. Ketentuan pelayanan perbankan akan diatur oleh Bank Indonesia.

5. Cuti bersama di sektor swasta merupakan bagian dari cuti tahunan pekerja/buruh yang bersifat fakultatif, sehingga pelaksanaannya dilakukan atas kesepakatan antara pekerja/buruh dengan pengusaha dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan operasional perusahaan. Ketentuan lebih lanjut akan ditetapkan oleh Kemenaker.

6. Kementerian Perhubungan akan mengatur semua stakeholder pelabuhan agar dapat bekerja dan melayani kegiatan pelabuhan selama masa cuti bersama Idul Fitri.

7. Empat (4) Menko akan mengeluarkan surat instruksi kepada kementerian/lembaga terkait untuk melaksanakan penugasan pelayanan publik dan pengaturan pegawai di kementerian/lembaga terkait.

8. Setiap kementerian/lembaga akan menindaklanjuti pengaturan hal tersebut dengan menetapkan Instruksi dan/atau Surat edaran.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR