Pemerintah Tak Ajukan APBN Perubahan 2018

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa Pemerintah tak ajukan APBN Perubahan 2018 (Edy Santry)

Devisit yang masih di bawah perkiraan atau lebih rendah dibandingkan proyeksinya menyebabkan Pemerintah memutuskan kebijakan dengan meniadakan APBN Perubahan 2018. Hal tersebut diutarakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kepada awak media seusai mengikuti Rapat bersama Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Senin (9/7/2018).

Alasan lain tidak diajukanya APBN Perubahan 2018 menurut Sri Mulyani, karena realisasi kinerja sampai semester I-2018 dalam koridor yang baik. “Karena postur APBN cukup baik dan tidak mengalami deviasi yang besar dari sisi jumlah penerimaan negara dan jumlah belanja negara, dan defisit lebih kecil dari direncanakan, maka Bapak Presiden menyampaikan bahwa untuk APBN 2018 ini kita tidak melakukan APBN Perubahan,” papar Menkeu.

Sri Mulyani akan melaporkan realisasi kinerja APBN 2018 ke DPR pada 13 Juli 2018, dan ia berharap pembahasannya sudah bisa dilakukan pada pekan depan. Mengenai penurunan defisit, Sri Mulyani juga membenarkan tapi jumlahnya lebih kecil dari tahun-tahun sebelumnya. Bahkan ia menyebut, dalam kurun empat tahun ini, defisit 2018 adalah yang paling kecil.

“Realisasi defisit kita adalah Rp110 triliun, lebih kecil dibandingkan tahun lalu yang posisinya Rp175 triliun,” imbuhnya.

Sri Mulyani juga menegaskan bahwa Pemerintah sangat berhati-hati untuk membuat APBN yang sehat meski beberapa pihak menurutnya melayangkan cibiran terkait utang negara. Realisasi defisit dan positifnya primary balance menurutnya juga menggambarkan pemerintah terus berupaya untuk membuat APBN kredibel.

“Ini menggambarkan pemerintah terus berusaha membuat APBN sehat, kredibel, Sekaligus menjawab kritik soal utang. Kami tetap prudent. Keseimbangan primer Rp 10 triliun, tahun lalu negatif Rp 60 triliun,” ungkapnya.

Pada Tahun ini menurut Sri Mulyani, Pemerintah tetap menjaga defisit lebih rendah dari yang direncanakan. Tadinya menurut wanita yang akrab dipanggil SMI ini, defisit pada tahun 2018 sebesar 2,19% dari PDB, namun ke sisi outlook Pemerintah memperkirakan APBN 2018 defisit menjadi 2,12% atau Rp 314 triliun dari awal Rp 325 triliun.

Dengan ketiadaan APBN Perubahan, pemerintah tetap akan menggunakan instrumen fiskal untuk menjaga ekonomi dari tekanan ekonomi global. Sri mengatakan pihaknya akan terus mengkaji sektor mana saja yang memerlukan dukungan fiskal ini.

“Agar mereka dapat kesempatan meningkatkan ekspor dan mengelola impor, agar tidak meningkatkan tekanan (terhadap) keseimbangan eksternal,” ujarnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR