Pemprov Jawa Timur Bantu Air Bersih untuk Warga Korban Limbah B3

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyerahkan bantuan

Sebagai tindak lanjut atas kunjungannya ke Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur pada 28 April lalu. Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, menyerahkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada warga korban limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun, milik PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA).

Bantuan berupa uang sebesar Rp 75 juta tersebut, serahkan kepada perwakilan warga yang mendatangi kantor gubernur di Jalan Pahlawan, Surabaya, Senin, (12/6/2017).

Perwakilan warga Abdul Ghofur, mengaku sangat berterima kasih kepada Pemeriintah Provinsi Jawa Timur yang memberikan bantuan pembiayaan air bersih. Sehingga masyarakat tidak perlu melakukan iuran untuk membeli air bersih.

“Hanya ucapan terimakasih yang tak terbalas kepada pemerintah propinsi (Provinsi Jawa Timur). Dengan bantuan ini, kami tidak perlu lagi melakukan iuran setiap harinya untuk membeli air. Terutama di Dusun Kedung Palang, Sumber Wuluh dan Sambi Gembol, “ ucap Ghofur.

Ghofur yang datang bersama warga lain itu juga menjelaskan, sejak lingkungan tempat tinggal mereka tercemar limbah B3 PT PRIA. Dengan terpaksa harus membeli air, sebab air di sumur mereka sudah tidak bisa difungsikan.

“Selama ini yang kami lakukan, dengan terpaksa harus membeli air bersih dengan harga Rp 3000 per tangki berisi 7.400 liter. Pembelian melalui koordinasi setiap orang membayar iuran Rp2.000, dan dua hari sekali tangkinya datang dari Pacet (Mojokerto), “ jelas Ghofur.

Selain memberi bantuan kepada warga senilai Rp 75 juta yang dibutuhkan untuk pembelian air selama tiga bulan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur, juga memberikan bantuan kepada tim peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sebesar Rp 50 juta.

“Total nanti Rp 270 juta per tahun untuk kebutuhan air lima dusun yang ada di Desa Lakardowo. Melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, beberapa warga yang  terjangkiti penyakit kulit dermatitis secara kontinu juga akan dilakukan pemeriksaan, “ tambah Ketua Tim Advokasi Penduduk Desa Lakardowo Daru Setyo Rini.

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, setelah bertemu warga mengatakan, bantuan yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bukan merupakan solusi. Tetapi paling tidak, kata Saiful, akan membantu warga mengurangi beban pembiayaan sehari-hari.

“Infrastruktur sarana air bersih sampai saat ini memang masih belum ada. Berdasarkan laporan sementara, pemerintah kabupaten di sana (Mojokerto), sedang membangun pipa agar sampai ke beberapa dusun dan ke rumah warga, “ kata Saiful.

Sebagaimana terjadi desa yang terdiri dari Dusun Lakardowo, Kedung Palang, Sambi Gembol, Sumber Wuluh, dan Selang. Sudah enam tahun terdampak limbah B3 yang dikelola PT PRIA.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR