Pemprov Jawa Timur Dituntut Segera Tuntaskan Pencemaran Sungai Brantas

Sebuah penelitian yang dilakukan Indowater Comunity of Practice (IndoWater Cop) ditemukan banyak zat berbahaya yang mencemari sungai Brantas. Selain deterjen, ada juga kandungan PCB (Poly Chlorinated Biphenyl dan BFR (brominated flame retardant) yang dihasilkan kegiatan industri dan rumah tangga. Kandungan tersebut terdeteksi di Brantas hilir.

Sementara konsentrasi PCB tertinggi IndoWater Cop menemukan di Kali Mas dngan sedimen 420 ng/g  wilayah Ngagel, kecamatan Wonokromo.

“Itu yang terjadi di Sungai Brantas. Cukup menglhawatirkan,” kata Riska Darmawanti, Koordinator Nasional IndoWater Cop, kepada indeksberita.com, Selasa (25/4/2017).

Ia juga menjelaskan,  berdasarkan referensi yang dimiliki, konsentrasi estrogen yang dibutuhkan hingga menyebabkan gangguan reproduksi pada hewan terdapat vertebrata yaitu 10 ng/L.

“Tercatat estrogen melebihi 10 ng/L sehingga kemungkinan terjadinya gangguan reproduksi pada hewan vertebrata di Brantas sangatlah besar. Ini yang menyebabkan ikan bander di kali tersebut mengalami kebencongan, “ jelas Riska.

Oleh sebab itu, banyaknya indikator penurunan kualitas air di Sungai Brantas. IndoWater Cop, menuntut Dinas Lingkungan Hidup dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk bertanggung jawab mengurangi pencemaran tersebut.

“Ada tiga poin yang menjadi tuntutan kami. Mengingat Brantas merupakan sumber air bagi masyatakat Jawa timur, kami membuat tiga hal untuk mendorong pengembalian kualitas air,” tandas Riska.

Di antaranya Badan Lingkungan Hidup Jawa Timur harus melakukan pemantauan residu pestisida di Sungai Brantas, dan melakukan kerja sama dengan pihak terkait dalam pengendalian pencemaran pestisida dalam perairan.

Selain itu, Pemprov Jawa Timur harus membangun Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) rumah tangga yang mampu untuk menurunkan konsentrasi deterjen dalam limbah rumah tangga.

Pemprov Jawa Timur juga harus meningkatkan kapasitas laboratorium Badan Lingkungan Hidup untuk dapat melakukan pemantauan residu, dan senyawa degradasi deterjen, seperti Oktil Fenol (OP) dan Nonil Fenol (NP) yang bersifat estrogenik.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR