Pemulihan Ekonomi Pasca Gempa Lombok, Kementan Gelontorkan Pakan dan Obat untuk Ribuan Ternak

Satgas yang dibentuk Kementan membagikan pakan dan obat ternak untuk pemulihan ekonomi pasca gempa Lombok (foto humas Kementan)

Untuk pemulihan ekonomi pasca gempa Lombok, Kementerian Pertanian bersama warga membentuk Satuan Tugas Bencana Gempa NTB. Satgas bencana ini memberikan bantuan pakan dan obat-obatan ternak, untuk korban gempa Lombok.

Seperti diketahui, sapi potong dan ternak lainnya merupakan salah satu mata pencaharian utama dari warga NTB. Dan tim yang dibentuk oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Ahad (5/08) lalu itu langsung bergerak cepat untuk menidentifikasi, mendata, hingga memberikan bantuan baik pakan maupun obat untuk hewan ternak.

“NTB ini adalah salah satu sentra produksi sapi potong penyumbang kebutuhan nasional. Sehingga selain bantuan bagi kebutuhan warga, kami juga perhatikan kebutuhan para peternak dan hewan ternaknya. Ini penting untuk menata perekonomian warga pasca gempa,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita di Posko Satgas PKH Peduli Gempa, di kantor BPTP (Badan Pengkajian Teknologi Pertanian) NTB beberapa waktu lalu.

Dari data yang dihimpun oleh tim tersebut, hingga Kamis 23 Agustus 2018 teridentifikasi 2.927 ekor ternak sapi yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Lombok, yakni: Kecamatan Tanjung sebanyak 976 ekor (8 kelompok ternak), lalu Kecamatan Pemenang 50 ekor (1 kelompok ternak). Di Kecamatan Gangga terdata 933 ekor (6 kelompok ternak), Kecamatan Bayan terdapat 768 ekor (6 kelompok ternak), dan Kecamatan Kayangan tercatat 200 ekor (2 kelompok ternak).

Sementara itu, di Kabupaten Lombok Timur teridentifikasi 1.502 ekor ternak sapi yang sebagian besar berada di Kecamatan Sembalun sebanyak 833 ekor (4 kelompok ternak). Lalu di Kecamatan Pringgabaya terlaporkan sebanyak 210 Ekor (6 kelompok ternak), Kecamatan Sambalia tedata 173 ekor (6 dusun), dan Kecamatan Sikur 286 ekor ( 4 kelompok ternak). Untuk wilayah Kabupaten Lombok Barat, teridentifikasi 150 ekor sapi di Kecamatan Narmada yang dikelola 4 kelompok ternak.

Penyaluran bantuan untuk menyelamatkan ribuan ternak tersebut juga sudah dilakukan, terutama kebutuhan pakan. “Bagi para peternak yang menjadi korban gempa dan hewan ternaknya terdampak gempa, sudah didistribusikan bantuan berupa konsentrat 16 ton dan pucuk tebu sebanyak 4 ton,” ujar Ketua Satgas Bencana Gempa NTB Kementan, I Wayan Masa Tenaya.

Selain itu, ingga saat ini, Posko Utama Kementan Peduli Gempa NTB juga terus menerima dan menyalurkan berbagai bentuk bantuan. Bantuan barang berupa telur, beras, minyak goreng, pakaian, selimut, pakan ternak, air mineral, susu, sembako, sosis, dan makanan siap saji. “Bantuan uang tunai dari keluarga besar Kementan dan para mitranya yang masuk ke rekening posko gempa bumi Pulau Lombok yang dikelola BPBD Provinsi NTB sudah mencapai Rp 5.737.374.603,49,- per 22 Agustus 2018,” jelas Ketua Posko Utama Kementan Peduli Gempa NTB, Saleh Mokhtar.

Sebelumnya, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, juga telah menginstruksikan Ditjen PKH untuk membentuk Satgas Peduli Gempa yang terdiri atas Ditjen PKH (Pusat dan UPT), Dinas PKH Provinsi Bali, dan Dinas Kabupaten yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan. Tim yang bekerja di Posko Utama Peduli Gempa NTB Kementan, di BPTP Balitbangtan NTB ini, telah bertugas di lapangan sejak terbentuk sejak Ahad (5/8).

“Selain membentuk posko untuk menggalan bantuan dari seluruh Indonesia melalui BPTP. Tim Kementerian Pertanian juga langsung turun ke lapangan menyelamatkan hewan ternak yang merupakan mata pencaharian penduduk,” kata Amran saat menggalang bantuan dan menggandeng pemangku kepentingan di Kantor Kementan pada Senin (6/08) lalu.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR