Penerbitan Data Statistik Kepariwisataan DIY 2015 Kemungkinan Ditunda

JOGJA – Jadwal penerbitan Data Statistik Kepariwisataan DIY tahun 2015 yang rencana awal Juni 2016 kemungkinan ditunda. Staf Sub Bagian Program dan Informasi Dinas Kepariwisataan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ignatius Riadi Raharjo (Adi) menjelaskan, penundaan itu karena dari empat kabupaten dan kota di DIY, baru Kabupaten Sleman yang telah mengumpulkan data-data penunjang statistik. Padahal, batas terakhir pengumpulan data adalah pertengahan Maret 2016.

“Sebenarnya yang kita harapkan pada Februari sampai pertengahan Maret ini seluruh kabupaten kota (Sleman, Gunung Kidul, Bantul, Kulonprogo dan Jogja) bisa mengumpulkan data-data yang kita butuhkan. Karena kita juga sebenarnya bukan yang memiliki data, jadi kita sangat tergantung dari mereka,” ujar Adi kepada indeksberita.com, Selasa (15/3/2016).

“Rencananya mungkin bulan (Maret 2016) ini kita panggil, karena tahun ini kita juga SK-kan (Surat Keputusan) beberapa tim pengelola dari kabupaten kota untuk bisa lebih aktif lagi,” tambahnya.

Adapun data-data penunjang yang dibutuhkan oleh kantor program informasi, menurut Adi, meliputi data pengunjung objek wisata, data pendapatan asli daerah berdasarkan usaha dan sarana penunjang wisata, dan data kontribusi sektor wisata.

Ia juga menambahkan bahwa salah satu penyebab keterlambatan kabupaten kota dalam mengumpulkan data adalah kecenderungan meremehkan fungsi data, padahal perencanaan penganggaran dan pembangunan ke depan selalu diawali dari data.

“Kita bisa tahu kepariwisataan naik kan karena data, bukan karena kira-kira. Lebih valid data lebih bagus. Saya juga harapkan maju atau tepat waktu juga gak bisa ya, kalaupun mundur, jangan terlalu lama deh. Jangan sampai beda bulan, paling tidal mungkin beda berapa hari gitu,” pungkas Adi.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR