Penggantian Rugi BBIK Dirasakan Petambak Udang Temon Tidak Adil

Kulonprogo – Untuk penggantian rugi atas proyek pembangunan Bandara Baru Internasional Kulonprogo (BBIK), Tri Waluya, Kepala Padukuhan Sindutan Temon membenarkan segala bentuk usaha di atas lahan Pakualaman (PAG) Temon telah diberikan nilai oleh tim Appraisal. Namun tidak untuk lahan tambaknya dan lahan garapan dari 40 petambak lain.

Hingga kini Tri tidak tahu alasan yang jelas, meskipun lahan tambak garapan tersebut telah masuk ke daftar nominatif penggantian rugi jauh hari sebelum IPL ditetapkan. Ia menambahkan bahwa kenyataan yang didapat justeru bertolak belakang dengan UU No. 2 Tahun 2012 akan objek penggantian rugi yaitu peralatan tambak yang berada di atas dan di bawah lahan proyek pembangunan BBIK.

Tri menjelaskan, penggantian rugi yang seharusnya diberikan untuk lahan tambak dengan luas 1000-1500m2 adalah berkisar 70 juta sedangkan pada lahan tambak dengan luas 1500-2000m2 berkisar 85 Juta. Sudah termasuk, kincir dan diesl, benih udang, plastik pelapis kolam tambak dan biaya operasionalnya.

Tri menjelaskan, jikalau benar wacana lahan tambak tidak beri ganti kerugian, maka tidak hanya kehilangan lapangan pekerjaan namun penambak juga akan kebingungan dalam melunasi hutang atas pembuatan lahan garapan tambak.

“Gimana gak meri (cemburu), kafe, warung, hotel dan kandang ayam bisa diganti rugi ratusan juta kok, masa lahan tambak nol rupiah. Padahal dari kecamatan Temon bagian selatan, dimulai dari Paliyan ke Barat itu sudah termasuk dalam zonasi budidaya air payau, peternakan dan pertanian. Itu sudah tertuang dalam Perda No. 16 Tahun 2011”, pungkas Tri saat diwawancarai di pelataran rumahnya, Padukuhan Sindutan Kecamatan Temon (31/8).

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR