Pengusaha Malaysia Tertarik Pasarkan Produk UMKM Nunukan

Keterangan foto: Pengusaha asal Sabah, Malaysia saat melihat produk UMKM Nunukan, Kalimantan Utara.

Mutu produk pangan dari para pengusaha kecil di Nunukan, kian hari kian berkembang. Tak hanya cita rasa yang terus meningkat sehingga banyak digemari konsumen lokal, namun kuliner produk UMKM Nunukan yang berada di bawah naungan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Nunukan tersebut, juga menarik minat para pengusaha asal Sabah-Malaysia.

Hal tersebut dibenarkan oleh Tuan Haji Syariff Haji Wahya salah seorang pengusaha bidang distributor kuliner yang berkantor di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia saat berkunjung ke Nunukan. Menurutnya, hampir semua produk UKM Nunukan sudah bertaraf internasional.

“Memang ada sebagian yang belum memenuhi standar pasar internasional yakni dalam kemasan. Tapi menurut saya, selagi cita rasa sudah memenuhi kriteria, kemasan adalah hal mudah untuk ditingkatkan,” ujar Syariff saat menerima Pewarta di Lenflin Hotel, Nunukan, Selasa (29/8/2019).

Memamg menurut Syariff, ada sebagian produk yang sama dengan yang di produksi para pelaku usaha kuliner di Negaranya, namun ia mengungkapkan bahwa dari segi cita rasa, produk UKM para pengusaha di Nunukan jauh lebih unggul.

Syariff mencontohkan, Amplang Rumput Laut yang diproduksi oleh Dapur Karima adalah sebuah produk kuliner unggulan yang sudah bertaraf pasar internasional. Hanya tinggal legalitas kehalalan dari pihak kerajaan Malaysia saja yang membuat kuliner karya pengusaha bernama Hardi tersebut beredar di Malaysia.

Tuan Haji Syariff Haji Wahya, distributor kuliner di Kota Kinabalu, Sabah.
Tuan Haji Syariff Haji Wahya, distributor kuliner di Kota Kinabalu, Sabah.

“Syarat kuliner masuk ke Malaysia itu harus ada legal halal dari Kerajaan Malaysia. Dan saya akan mengusahakan hal itu,” tegasnya.

Syariff menegaskan, apabila produk UKM Nunukan dipasarkan dinegaranya, ia meyakini akan dapat menguasai pasar. Untuk itu sepulang dari Nunukan, Syariff akan mendiskusikan hasil lawatanya tersebut kepada pemangku kepentingan di Sabah agar membicarakan dengan Pemerintah Indonesia terkait regulasinya.

“Sudah pasti sepulang dari sini (Nunukan) kami akan segera bermusyawarat (diskusi) dengan jawatan kementerian Malaysia guna menentukan prosedur ekspor impor antar negara,” tandasnya.

Sementara itu Ketua KADIN Nunukan Irsan Humokor mengungkapkan bahwa hal itu adalah angin segar bagi para pelaku UKM di Nunukan. Pria yang akrab dipanggil Icang tersebut menyatakan bahwa pihaknya sudah pasti akan menyanggupi keinginan para pengusaha asal negeri Jiran tersebut.

“Inilah kesempatan bagi para pelaku UKM di Nunukan untuk bersaing dengan produk Malaysia. KADIN sudah pasti akan mensuport hal ini,” ujar Icang.

Icang juga berharap agar Pemerintah dapat mengatur payung hukum dan regulasinya perihal ekspor impor kuliner antara Nunukan dengan Malaysia tersebut. Karena menurutnya, kebangkitan ekonomi di perbatasan juga termasuk visi Pemerintahan Jokowi. Icang berharap dengan keseriusan semua pihak terutama Pemerintah, pembangunan dari pinggiran akan dapat diwujudkan.

“Membangun dari pinggiran itu bukan hanya tetang insfratruktur saja. Tapi penguatan ekonomi kerakyatan adalah bagian lain dari terwujudnya Nawacita,” tegas Icang.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR