Penjaringan Calon Bupati PDIP Bogor Ditutup, 14 Balon ikut Seleksi

Massa salah satu pendukung balon kepala daerah saat kawal pendukungnya mengembalikan formulir di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, kemarin. (Foto : eko)  

Setelah dibuka sejak 20 Mei lalu, Selasa (6/6/2017) kemarin, tepatnya pukul 00.00 WIB penjaringan bakal calon kepala daerah PDI Perjuangan Kabupaten Bogor ditutup. Pada penghujung penjaringan bakal calon bupati PDIP, yang mengambil formulir yakni Gada Sembada. Pria yang sudah lama malang melintang di dunia pendidikan tersebut pada hari yang sama mengembalikan formulir pendaftaran sebagai tanda keseriusannya ikut mengadu peruntungan dalam proses seleksi yang akan dilakukan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.

“Tepat pada pukul 00.00 Selasa (6/6/2017), pendaftaran penjaringan ditutup. Seterusnya, semua berkas akan diplenokan di DPC PDI Perjuangan Kota Bogor dan dilanjutkan dibawa ke DPD PDI Perjuangan setelah itu,” kata Ketua Badan Pemenangan (BP) Pemilu yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Ronald Mulia kepada indeksberita.comRabu (7/6/2017).

Ia mengaku bangga, sejauh ini penjaringan partainya cukup banyak yang mendaftar. Selain itu, PDI Perjuangan Kabupaten Bogor juga memiliki banyak kader handal.

“Terkait prosesi penjaringan, peran DPC Kabupaten Bogor hanya melakukan pemberkasan dan berlanjut di DPD PDI Perjuangan Jawa Barat. Terkait seleksi dan keputusan, DPP PDI Perjuangan yang nanti memutuskan,” ucapnya.

Sementara, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan, Haryanto menambahkan, siapapun yang sudah mengembalikan pendaftaran merupakan keluarga besar partai besutan Megawati Soekarnoputri.

“Berkaitan nantinya akan dilakukan survei, mulai saat ini, para balon dipersilahkan melakukan komunikasi massa di lintas tempat dengan membawa nama PDI Perjuangan. Dan, satu hal yang kami minta, antar balon kepala daerah tidak saling menjelekan satu sama lain. Karena, kita satu saudara, satu rumah di PDI Perjuangan,” ucapnya.

Dia juga mengimbau, nantinya setelah turun rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan yang diperkirakan November mendatang, tidak ada kekecewaan bagi yang tidak lolos.

“Kalah dan menang adalah hal biasa dalam berdemokrasi. Untuk itu, sebelum digelar suvei yang diperkirakan akhir Juni mendatang, berbuatlah, bergeraklah, tanamkanlah kesan yang baik pada masyarakat agar nanti elektabilitas balon kepala daerah bisa menguat,” imbuhnya.

Hingga pukul 23.00 WIB kemarin petang, informasi yang dihimpun sudah ada 14 balon yang mengembalikan formulir ke DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor. Mereka yakni  Mardiansyah. M. Sidik (mantan Ketua HMI Bogor),  Adang Waluya Nurkas (mantan pegawai MA), Wawan Risdiawan (mantan anggota DPRD Kabupaten Bogor), Eman Sulaeman (Kades Banjarwangi/ Bendahara PAC Ciawi PDIP Bogor), Kurniawan (Ketua PKPI Kabupaten Bogor).

Kemudian, Rudi Harsa Tanaya (mantan Ketua DPD PDIP Jabar), Ivan Fadilla (artis/pimpinan BUMD), Egi Gunadhi Wibhawa (anggota DPRD Kabupaten Bogor),  H. R. Bayu Syahjohan (Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Bogor), Gada Sembada (akademisi), Asep Saptia Wibawa (pengusaha), Dody Achdi Suhada (Ketua Repdem Kabupaten Bogor), Alek Purnama Johan (Kades Sukamaju), Erik Irawan Suganda (Ketua Kadin Kota Bogor). Sementara, Saptariyani (Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor/ Bendahara DPC PDIP Bogor) batal mengembalikan formulir.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR