Penjelasan KPK Mengenai OTT di Kantor BPK dan Kemendes

Seperti kita ketahui KPK melakukan OTT di kantor BPK dan Kemendes terhadap 7 (tujuh) orang. Dalam konprensi pers terkait OTT tersebut, Ketua KPK RI, Agus Rahardjo, menjelaskan bahwa dari 7 0rang tersebut,  6 (enam) orang ditangkap di Kantor BPK (Badan Pemeriksa Keuangan),

“Pada pukul tiga sore atau 15.00 WIB, tim KPK mendatangi kantor BPK RI di jalan Gatot Subroto. Di kantor BPK dari OTT yang berlaku diamankan enam orang,” ujar Agus di kantor KPK, Sabtu (27/5/2017)..

Agus juga menjelaskan bahwa enam orang yang ditangkap di kantor BPK terdiri dari 4 orang BPK, yaitu AS (Ali Sadli-Red) auditor BPK, RS (Rochmadi Saptogiri) pejabat eselon I BPK dan sekertarisnya, serta seorang satpam. Sedang 2 orang lagi adalah 1 orang pejabat eselon III Kemendes PDTT, JBP (Jarot Budi Prabowo) dan supirnya.

Agua Rahardjo kemudian menjelaskan tentang, penangkapan 1 orang lagi di Kantor Kemendes PDTT. “Pukul 16.20 WIB, tim KPK mendatangi kantor Kemendes PDTT di jalan TMP Kalibata, Jakarta Selatan. Di kantor Kemendes PDTT ini KPK mengamankan satu orang berinisial SUG (Sugiarto-Red) yaitu Irjen Kemendes PDTT,” jelas Agus.

Masih menurut Agus, selain melakukan OTT, KPK juga menemukan dan menyita barang bukti berupa uang sebesar Rp.40 juta di ruang AS. “Uang tersebut merupakan bagian dari total komitmen Rp 240 juta, dimana diduga sebelumnya, telah diserahkan uang Rp 200 juta di sekitar awal Mei 2017,” ujar Agus.

Wakil ketua KPK La Ode Muhammad Syarif kemudian menambahkan, selain diamankan uang Rp 40 juta, diamankan pula uang sebesar Rp 1 miliar, 145 juta rupiah, serta 3.000 dolar AS. Uang tersebut ditemukan dalam brangkas dalam ruang kerja RS.  “Apakah uang tersebut berhubungan dengan kasus ini atau tidak, statusnya akan ditentukan kemudian,” ujar Muhammad Syarif.

Ketua KPK Agus Rahardjo juga menjelaskan tentang dilakukannya penyegelan beberpa ruangan. “Untuk kepentingan pengamanan barang bukti dilakukan penyegelan di sejumlah ruangan, di Kemendes PDTT dan BPK RI,: kata Agus

Adapun ruangan yang disegel di BPK, menurut Agus, antara lain ruangan ALS dan RS. Sedangkan di Kemendes PDTT ada 4 ruangan yang disegel antara lain ruangan JBP, 2 ruangan di Biro Keuangan, dan ruangan SUG

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR