Penuh Rekayasa Tim Fair Trail PBHI Jakarta Praperadilankan Polsek Kelapa Gading

Logo PBHI (dokumen)

Penangkapan dan Penahanan Seorang berinisial RS (36), lantaran dituduh sebagai kurir narkoba oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Kelapa Gading pada 27 Februari kemarin ditenggarai penuh dengan rekayasa. Oleh sebab itu PBHI Jakarta mempraperadilankan Polsek Kelapa Gading.

Dugaan rekayasa pada proses penetapan terasangka terhadap RS disampaikan oleh Tim Fair Trail dari Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM (PBHI-Jakarta) yang disampaikan oleh Koordinator Tim Fair Trial PBHI Jakarta, Nasrul Dongoran SH kepada wartawan di Jakarta (2/2).

Nasrul mengatakan, pihaknya mengendus upaya rekayasa penyidik lantaran pada proses penyidikan korban yang saat ini statusnya ditetapkan sebagai tersangka pada saat menjalani proses Berita Acara Pemeriksaan(BAP), mengalami tekanan fisik dan psikis.

“Kami melihat proses penangkapan hingga penetepan tersangka terhadap saudara RS oleh penyidik Polsek Kelapa gading tidak sesuai KUHAP. Banyak prosedur yang dilanggar belum lagi ada tekanan pisik berupa penodongan pistol terhadap sodara RS agar mengakui perbuatannya,” ujar Nasrul.

Nasrul juga memaparkan, bahwa kliennya pada saat BAP dikepolisian dalam kondisi sakit. Belum lagi, imbuh Nasrul, kuasa hukum yang ditunjuk penyidik polisi untuk mendapingi RS pada saat prosea BAP ikut menekan RS secara fisik

“Proses BAP ini sudah dikeluar dari aturan hukum, masa RS diBAP dalam kondisi sakit. Parahnya lagi si kuasa hukum yang awalnya ditunjuk penyidik untuk mendampingi RS ikut mengintimidasi RS agar mengakui sebagai bandar dengan cara memukul kepala RS menggunakan kotak tisue,” jelasnya.

Nasrul melanjutkan, dengan fakta-fakta yang sudah dikumpulkan oleh Tim Fair Trial PBHI dirinya dan tim akhirnya bersepakat untuk melakukan gugatan praperadilan ke PN Jakarta Utara.

“Dari temuan-temuan yang kami dapatkan, kami bersepakat untuk melakukan upaya hukum berupa praperadilam terhadap penahanan dan penetapan tersangka sodara RS oleh penyidik Polsek Kelapa Gading,” imbuh Nasrul.

Nasrul menjelaskan bahwa proses persidangan praperadilan sudah akan dilaksanakan pada 7 Maret 2018 ini di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Untuk diketahui, RS (36) warga Jakarta Utara ditangkap Tim Buser Polsek Klapa Gading. Penangkapan RS ini menurut Polsek Klapa Gading, merupakan hasil dari pengembangan kasus penangkapan dua pemakai narkoba jenis sabu oleh Polsek Kelapa Gading.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR