Penutupan Olimpiade Sains Nasional, Mendikbud Ajak Majukan Indonesia Lewat Sains

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam acara penutupan Olimpiade Sains di Manado (BKLM Kemendikbud)

Olimpiade Sains Nasional (OSN) ke-18 Tahun 2019 resmi ditutup oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (5/7/2019). Dalam acara penutupan Olimpiade Sains Nasional tersebut, Mendikbud mengingatkan bahwa tidak ada satupun negara di dunia ini menjadi negara maju tanpa didukung saintis yang andal.

Informasi tersebut kami peroleh dari keterangan pers tertulis, yang dikeluarkan oleh Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud. Dijelaskan dalam rilis tersebut, Mendikbud mengajak para alumni ajang bergengsi ini untuk turut memajukan Indonesia melalui sains.

“Taruhannya adalah kerja keras dan kesungguhan Anda semua di masa depan,” tutur Mendikbud.

Mendikbud menegaskan bahwa semua peserta yang hadir di OSN mewakili daerahnya adalah juara. Karena setiap peserta merupakan hasil seleksi berjenjang dari tingkat sekolah hingga provinsi. “Perjalanan kalian masih panjang untuk menahbiskan diri, apakah nantinya betul-betul akan menjadi saintis, menjadi ilmuwan yang memberikan sumbangan berarti bagi kemajuan bangsa dan negara,” katanya.

“Saya melihat senyum dan optimisme dari wajah kalian semua. Saya yakin kamu semua akan siap memangku tanggung jawab memenuhi kewajiban sebagai putra bangsa terbaik. Yang membantu Indonesia menjadi negara maju. Sejajar dengan negara-negara besar lain di dunia,” imbuh Guru Besar Universitas Negeri Malang ini.

Mendatang, menurut Muhadjir, standar nasional pendidikan akan diarahkan untuk mendorong 5C. Yakni critical thinking (berpikir kritis), creativity (kreativitas), collaboration (kolaborasi), communication (komunikasi), dan confidence (percaya diri).

Ditambahkannya, bahwa semangat berkompetisi juga harus diimbangi dengan semangat untuk kolaborasi atau bekerja sama. “Tidak boleh menitikberatkan pada salah satunya saja,” ujar Mendikbud.

OSN berlangsung pada 30 Juni s.d. 5 Juli 2019 dengan tema “Mencintai Sains, Mengukir Masa Depan”. Sebanyak 1.353 siswa peserta OSN merupakan perwakilan dari 34 provinsi yang telah melewati seleksi berjenjang dan bertahap dari tingkat sekolah Kabupaten/Kota, kemudian Provinsi.

Sebanyak 685 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) bertanding di Manado. Dan sebanyak 272 siswa Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah, serta 396 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) berkompetisi di Yogyakarta.

Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta menjadi Juara Umum dalam OSN Tingkat SMA/MA Tahun 2019. Sebanyak 48 medali diperoleh dengan rincian 18 medali perunggu, 15 medali perak dan 15 medali emas.

Kemudian Provinsi Jawa Barat menempati posisi Juara Umum kedua dengan 7 medali emas, 9 medali perak, dan 13 medali perunggu. Juara Umum ketiga diraih Provinsi Jawa Timur dengan 5 medali emas, 19 medali perak, dan 14 medali perunggu.

OSN ke-19 Tahun 2020 direncanakan akan diselenggarakan di Provinsi Bangka Belitung. Usai menutup OSN, secara simbolis, Mendikbud menyerahkan panji OSN kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, M. Soleh.

Pengembangan Minat dan Bakat Siswa

Direktur Pembinaan SMA, Purwadi Sutanto mengungkapkan bahwa soal-soal yang diberikan kepada peserta OSN telah berstandar internasional. Pemenang medali emas, perak, dan perunggu akan memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pembinaan sebagai calon delegasi Indonesia dalam kompetisi sains internasional. Ia optimistis alumni OSN dapat mengharumkan nama negara di kancah internasional.

“Nanti mereka akan bina dan juga kita saring. Dari peraih medali emas, perak dan perunggu, semuanya punya kesempatan untuk mendapatkan pembinaan dan seleksi menjadi wakil negara di ajang internasional,” ujar Direktur Pembinaan SMA.

Purwadi berharap agar dukungan orang tua dalam pendidikan, khususnya minat dan bakat siswa di bidang sains dapat ditingkatkan. Menurutnya, faktor kunci pembinaan siswa berprestasi berasal dari dukungan orang tua. “Keterlibatan orang tua itu sangat menentukan sekali,” ujarnya.

Nabil Ibadurrahman Ervatra (16), siswa baru SMA Muhammad Husni Thamrin Jakarta merasa perjuangannya selama ini terbayarkan dengan medali emas bidang Informatika. Awalnya ia merasa tak percaya bisa meraih medali emas karena tantangan di hari pertama yang tergolong sulit.

“Dulu SD sampai SMP aku ga pernah lulus ke tingkat nasional. Cuma provinsi. Terus aku belajar sendiri, kemarin dapat pelatihan di provinsi (pelatda) benar-benar membantu. Alhamdulillah dapat emas,” ujar siswa yang gemar bermain basket ini.

Mendatang, Nabil ingin dapat mengikuti olimpiade informatika internasional dan melanjutkan studi di bidang Ilmu Komputer.

Pesan Damai dari Manado

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Utara, Edwin Silangen menyampaikan apresiasi yang tinggi dan tulus atas kepercayaan Kemendikbud penyelenggara OSN tingkat SMA/MA Tahun 2019.

Sekda Sulawesi Utara berpesan kepada peserta, untuk menjaga semangat belajar dan meningkatkan prestasi tingkat internasional. Disampaikannya pesan Gubernur agar para perwakilan daerah yang hadir di Sulawesi Utara dapat menyebarkan semangat untuk menjaga toleransi dan kerukunan antarwarga dan antarumat.

“Mari kita junjung tinggi semangat saling menjaga, semangat saling menghormati, serta tetap berpandangan bahwa perbedaan adalah bagian dari warna yang indah yang dikaruniakan Tuhan kepada kita,” pesan Sekda Edwin.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara, Grace Punuh melaporkan, selain berkompetisi dalam 9 bidang, para peserta OSN SMA/MA Tahun 2019 berkesempatan melakukan studi wisata di Danau Linouw dan Bukit Doa Mahawu, Tomohon.

Lugas Ferdinan Hamdi, peraih medali Perak bidang Fisika yang berasal dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang sangat gembira bisa menjadi salah satu peserta OSN 2019. Kesempatan studi wisata di Tomohon pada hari ketiga dirasakan sangat seru dan menyenangkan. Selain menikmati pemandangan yang indah, kesempatan berinteraksi dengan penduduk setempat juga membuatnya terkesan.

“Alhamdulillah kita disambut baik oleh masyarakat setempat. Di sana memang bagus. Pemandangan alam bagus. Dapat banyak teman baru,” ujar siswa kelas X ini.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR