Ini Pernyataan Sikap Masyarakat Nunukan Melawan Aksi Terorisme

Foto: Ketua DPD KNPI Nunukan Tamara Moriska Senin (21/5/2018), mendandatangani pernyataan sikap masyarakat Nunukan melawan aksi terorisme yang belakangan ini terjadi di berbagai daerah. Foto: Eddy Santry-indeksberita.com

Ratusan orang dari perwakilan masyarakat di Kabupaten Nunukan diskusi dan dialog bertema “Cegah Dini Terorisme” di Ruang Pertemuan Lt 5 Kantor Bupati Nunukan, Senin (21/5/2018). Sebelum acara dialog digelar, semua perwakilan agama, pemuda dan mahasiswa, membacakan ikrar dan pernyataan sikap masyarakat Nunukan melawan aksi terorisme yang marak terjadi.

Mereka juga antusias mengikuti rangkaian acara yang digagas Pemerintah Kabupaten Nunukan. Menurut para tokoh masyarakat dan tokoh pemuda tersebut, terorisme adalah kejahatan kemanusiaan, untuk itu mereka mengutuk berbagai tindakan terorisme dan radikalisme atas dasar dan latar belakang apapun untuk melakukan tindakan-tindakan yang menggunakan kekerasan, teror dan menebar rasa kebencian.

“Serta menyampaikan turut berduka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban atas musibah yang di alami,” demikian salah satu ikrar yang dibacakan, Senin (21/5/2018).

Adapun kelima pernyataan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Pemuda dan Mahasiswa tersebut sebagai berikut:

1. Terorisme adalah kekahatan terhadap kemanusiaan. Oleh karena itu kami mengutuk keras berbagai tindakan terorisme dan radikalisme atas dasar dan latar belakang apapun untuk melakukan tindakan-tindakan yang menggunakan kekerasan, teror dan menebar rasa kebencian serta menyampaikan turut berduka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban atas musibah yang di alami.

2. Mengajak seluruh masyarakat di wilayah kabupaten nunukan untuk dapat menahan diri, tidak terprovokasi atas peristiwa-peristiwa yang terjadi dan terus menggalang solidaritas kemanusiaan dan rasa persatuan serta kebangsaan, sekaligus menolak segala bentuk kekerasan, serta tetap menjaga perdamaian dan persatuan di kabupaten Nunukan.

3. Mendukung sepenuhnya upaya dan langkah-langkah Pemerintah dan aparat keamanan serta mengusut secara cepat dan tuntas, motif, pola serta gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut, juga mengambil tindakan tegas kepada pelaku sesuai dengan peraturan yang berlaku.

4. Peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Jawa Timur dan peristiwa penyerangan di Provinsi Riau bukan peristiwa yang berkaitan dengan agama, walaupun menggunakan simbol-simbol agama untuk kepentingan tertentu. Kejadian tersebut adalah murni tindakan terorisme, karena semua agama mengajarkan kedamaian dan persaudaraan.

5. Mengajak kepada seluruh Umat Beragama, Organisasi, masyarakat, Tokoh Agama, Toko Adat, Tokoh Masyarakat, Toko Pemuda, dan seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Nunukan untuk menghentikan segala bentuk opini yang bisa memperkeruh situasi dan tidak menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan kebencian, tetapi tetap menjaga suasana aman dan damai di Kabupaten Nunukan.

Pembacaan dan penandatanganan pernyataan sikap dari tokoh masyarakat dan tokoh pemuda serta tokoh mahasiswa tersebut disaksikan langsung Bupati Nunukan, Dandim 09/11 Nunukan,Danlanal Nunukan dan Kapolres Nunukan.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR