Pesan Ketua DPRD dan Sekdakot Bogor Jelang Aksi Jilid III 212

Seperti kita ketahui semua, bahwa banyak warga Kota Bogor yang terlibat dalam aksi demonstrasi 4 November. Hal tersebut juga sangat disadari oleh Ketua DPRD dan Sekdakot Kota Bogor. Sehingga jelang Aksi Bela Islam Jilid III, mereka perlu memberi pesan dan himbauan khusus pada warganya.

Kita adalah mahluk sosial, bukan mahluk media sosial. Dan, kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia harus jadi duta persatuan, jangan pernah jadi duta perseteruan. Demikian dikatakan Ketua DPRD Kota Bogor, Untung Maryono di ruang kerjanya saat diminta komentarnya terkait maraknya akan ada isu demo kolosal jilid III pada tanggal 2 Desember (212) mendatang di Jakarta.

“Kita tidak melarang demo, kita menghormati hak warga negara dalam berdemokrasi. Namun, sebagaimana imbauan Kapolresta Bogor, AKBP Suyudi,baru-baru ini, akan lebih baik jika warga Kota Bogor tidak menggelar unjuk rasa 212 mendatang,” kata Ketua DPRD Kota Bogor kepada indeksberita.com, Jumat (25/11)

Politisi PDI Perjuangan Kota Bogor ini juga berpesan, para penggiat dunia maya agar tidak terbawa arus menggunakan isu SARA.

“Kepada para pengiat medsos, akan lebih indah dan lebih baik menyebarkan tulisan, gambar, video, meme, mengajak masyarakat untuk menyebarkan kedamaian di dunia maya, khususnya sosmed,” imbuhnya.

Untung mengajak warga Kota Bogor bersikap bijaksana dan kepala dingin dalam menyikapi berbagai persoalan terjadi melalui dunia maya. Hal itu dinilai penting guna menghindari kelompok-kelompok tertentu yang ingin memanfaatkan situasi.

“Saya percaya masyarakat Kota Bogor sudah cerdas dan jangan mudah terpengaruh atau terprovokasi perang opini atau ajakan kekerasan dan melawan hukum negara. Saya yakin, masyarakat cinta damai karena warga Kota
Bogor juga sebagai pemilik Pancasila ,” sarannya.

Senada disampaikan Sekdakot Bogor, Ade Syarif Hidayat. Menurutnya, saat ini situasi dan kondisi serta kehidupan berbangsa kita semakin memprihatinkan.

“Situasi dan kondisi negara serta kehidupan berbangsa pada sebagian masyarakat dan elit politiknya, memprihatinkan. Apalagi kemudian menyusul munculnya pernyataan-pernyataan para petinggi yang saling berbeda terkait berbagai aksi dan peristiwa yang muncul belakangan ini,” kata Ade.

Ade menambahkan inilah saatnya bagi bangsa berintrospeksi dengan kepala dingin dan berpikir jernih agar terhindar dari aksi-aksi membuat kondisi menjadi lebih buruk. Ade mengajak semua elemen bangsa tetap saling menghormati dan menghargai segala bentuk perbedaan yang ada. Juga taat terhadap peraturan dan hukum yang berlaku.

“Indonesia merupakan salah satu bangsa di dunia yang memiliki ideologi yang jelas, yang digali dan dirumuskan dari nilai-nilai dan keyakinan yang
dimiliki seluruh suku yang hidup di nusantara. Pancasila sebagai ideologi juga dirumuskan dari situasi dan kondisi serta cita-cita kebangsaan. Kita adalah bangsa yang mengakui adanya Kekuatan Tuhan, mengakui hak-hak asasi manusia sebagai hak yang harus dihormati secara beradab dan berkeadilan. Selain itu kita harus memperjuangkan cita-cita, yakni mewujudkan agar  setiap orang di negeri ini untuk hidup sejahtera dengan seadil-adilnya,” tukas Ade. (eko)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR