Pilgub Sumut dalam Perspektif Pilpres 2019

Foto ilustrasi (KPU)

Setelah dengan Resmi PDI Perjuangan mengusung Pasangan Calon (Paslon) Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus sebagai Cagub/Cawagub Sumatera Utara (Sumut), maka dalam Pilgub di Sumut, kemungkinan akan diikuti oleh 3 Paslon. Ketiga Paslon tersebut adalah: Paslon Edy Rahmayadi dan Haji Musa Rajekshah, Paslon Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus, serta Paslon Jr Saragih dan Ance Selian. Bagaimana kontestasi Pilgub Sumut dalam perspektif Pilpres 2019, akan diuraikan dalam tulisan ini.

Kekuatan partai pendukung Paslon Edy Rahmayadi dan Rajekshah, awalnya hanya 28 persen atau 28 kursi DPRD Sumut, yg didapat dari partai yang ‘tidak mendukung’ pemerintah yakni Partai Gerindra, PAN dan PKS. Tetapi kemudian di ujung masa pendaftaran, dua partai pendukung pemerintah dan nendukung Jokowi 2 periode, Partai Golkar dan Partai NasDem, masuk ke koalisi pendukung paslon ini dengan membawa 22 persen suara. Sehingga kekuatan partai pengusung Edy Rahmayadi dan Haji Musa Rajekshah menjadi 50% suara

Kemudian Paslon Djarot-Sihar, didukung oleh PDIP, Hanura, dan PPP. Ketiga partai ini selain partai pendukung pemerintah secara total, juga pendukung Jokowi dua periode. Partai pengusung Djarot-Sihar tetsebut memiliki 30% dukungan suara.

Dan paslon dengan dukungan partai terkecil adalah Paslon Jr Saragih-Ance Selian. Paslon ini memiliki dukungan suara sebesar 20 persen, yang didapat dari Partai Demokrat, PKB dan PKPI. Dan seperti yang kita ketahui PKB dan PKPI adalah partai pendukung Jokowi dengan jumlah suara sebesar 6 persen.

Jadi dari semua paslon tersebut, koalisi partai yang mendukung Edy Rahmayadi-Rajekshah, adalah koalisi partai yang memiliki kursi terbesar dibanding koalisi pendukung paslon yang lain.

Pilkada Sumut dan Kepentingan Pilpres 2019

Jika kita bicara pilkada 2019 dalam perspektif kepentingan capres 2019, maka kita harus melihat peta dukungan partai pada masing-masing paslon. Koalisi Gerindra PKS dan PAN yang mendukung Edy Rahmayadi, saya yakin masih mendukung Prabowo dalam Pilpres 2019, mengingat Prabowo masih capres andalan koalisi ini.

Kemana koalisi partai pendukung Jr Saragih-Ance Selian? Demokrat yg posisinya tidak anti pemerintah dan tdk pendukung total pemerintah, tentu berpeluang mendukung capres koalisi Gerindra PKS dan PAN yang berkemungkinan besar mendukung Prabowo. Sebab sejatinya SBY juga mendukung Prabowo-Hatta saat pilpres 2014.

Lalu koalisi Djarot Sihar dengan dukungan 30 persen pasti pendukung Jokowi. Kekuatan parpol pendukung Jokowi, jika dihitung pula dengan parpol yang masuk ke dalam koalisi yang bukan ‘muhrim’ nya, besarnya 58 persen. Dan angka itu bisa jadi alat ukur awal peluang Djarot-Sihar untuk menang. Untuk itu Djarot-Sihar harus bisa mengindetifikasi jaringan parpol pendukung Jokowi tersebut, serta merawatnya. Itu memang tidak mudah, tapi bisa dilakukan dengan menggandeng jaringan relawan pendukung Jokowi yang ada di Sumatera Utara. Jika identifikasi itu tidak bisa dilakukan, maka mereka akan kalah telak.

Adapun Gerindra PKS dan PAN, parpol koalisi pendukung Edy Rahmayadi-Rajekshah, akan lebih memungikinkan bergabung dengan Demokrat, jika bicara kepentingan capres 2019. Total suara mereka di Pilkada Sumut akan menjadi 42 persen. Jadi jika ketiga paslon Pilkada Sumut memainkan isu pencapresan 2019 selain isu-isu lokal Sumut, maka mudah ditebak siapa presiden pilihan warga Sumut di 2019 nanti, jika parpol pengusung konsisten menapaki pilpres 2019.

Memandang Pilgub Sumut dalam perspektif Pilpres 2019, maka saya akan menyebutnya sebagai duel 2 lawan 1. Dimana Paslon Edy Rahmayadi-Rajekshah dan Paslon Jr Saragih-Ance yang didukung Demokrat, mereka seolah berkompetisi, tapi sebenarnya akan kompak. Sebaliknya, paslon Djarot Sihar akan dikepung parpol pendukung dua paslon lainnya.

Dan satu lagi, ada 7 kab dan 1 kota yang ikut Pilkada di Sumut tentu sangat menentukan perolehan suara cagub dan cawagub Sumut. Kerjasama cagub/cawagub dengan cabup/cawabup dan cawalkot/cawawalkot sangat menentukan kemenangan. Selamat Bertanding. Satyam Eva Jayate.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR