Pilkada Bogor 2018, Mantan Ketua DPD PDIP Ingatkan Jangan Dukung Kader Impor

Jelang akan dibukanya pendaftaran calon kepala daerah untuk pilkada Bogor 2018, baik Kota dan Kabupaten Bogor, pada 20 Mei mendatang, mantan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Rudi Harsa Tanaya mengingatkan agar memprioritaskan kader banteng dibanding kader impor.

“Pada gelaran pilkada Bogor 2018, baik Pilwakot maupun Pilbup Bogor mendatang, akan lebih baik DPC PDI Perjuangan, serta para pengurus memprioritaskan kader sendiri. Bukan politisi pendatang yang akan meminjam partai PDI Perjuangan sebagai kendaraan politik,” tukasnya kepada indeksberita.com di kediamannya, Perumahan Ciomas, Kabupaten Bogor, Selasa (25/4/2017).

Ia menyampaikan alasan, jika partai hanya menyiapkan kendaraan untuk figur yang bukan kader, maka perjuangan ideologis akan terhambat.

“PDI Perjuangan itu merupakan partai ideologis. Jadi, jika saat pilkada hanya dijadikan kendaraan politik untuk politisi pendatang, maka tidak ada benefit politik yang akan diperoleh. Sebagai partai wong cilik, PDI Perjuangan punya kewajiban memberdayakan rakyat kecil hingga membumikan nilai-nilai Pancasila tanpa SARA. Dan, peran ini hanya bisa diemban kader partai yang sudah memiliki jiwa perjuangan ideologis,” tuturnya.

Saat ditanya siapa figur yang tepat dicalonkan sebagai kepala daerah di Kota maupun Kabupaten Bogor? Mantan Wakil Ketua DPRD Jabar ini menjawab, pucuk pimpinan partai.

“Di Kabupaten Bogor, ada Budi Sembiring, jika dia berminat maju menjadi calon bupati, kewajiban pengurus dan kader adalah mendukungnya. Jika tidak, maka yang berhak selanjutnya adalah pengurus partai, dan selanjutnya jika tidak ada maka kader partai. Sedangkan untuk Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan sudah menyatakan diri maju dan harus didukung,” ucapnya.

Agar suara partai tidak terpecah, sambung Rudi, ada baiknya jajaran pengurus memberikan masukan dan bisa sepakat soal figur yang diusung.

“Pilkada DKI Jakarta memberikan banyak pelajaran. Kader yang sudah menyatakan siap menjadi calon kepala daerah, harus mau turun ke bawah, mau lakukan komunikasi intens dengan masyarakat. Mau menjadi pendengar dan mau menunjukan jadi pelayan rakyat. Sebab, tak ada hasil memuaskan yang diperoleh tanpa melalaui keringat berjuang,” tutupnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR