Pimred Jakarta Post Jadi Dirut Antara

Jakarta, 22/1 – Pemimpin redaksi The Jakarta Post, harian berbahasa Inggris terkemuka di Indonesia, Meidyatama Suryodiningrat yang akrab dipanggil Dimas dipercaya oleh Presiden Jokowi untuk memimpin Kantor berita ANTARA yang berdiri sejak 13 Desember 1937, menggantikan Saiful Hadi.

Pelantikan Dirut ANTARA yang baru bersama dua direktur lainnya Aat Surya Safaat dan Hempi N Prajudi dilakukan oleh Deputi  Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Harry Sampurno, di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat.

Dalam sambutannya, Sampurno mengatakan, Kantor Berita ANTARA sudah memiliki kinerja yang baik dan dirinya mengharapkan institusi pers nasional ini bisa menjadi salah satu tulang punggung dari pembaruan media massa.

“Tentunya ANTARA sekarang sudah bagus dan kita harapkan ANTARA menjadi pendorong dan salah satu tulang punggung dari penerbitan berita nasional dan perusahaan pemberitaan,” kata dia.

Kementerian BUMN juga memberhentikan dengan hormat Direktur Keuangan Kantor Berita ANTARA, Endah Sri Wahyuni, dan Direktur SDM Kantor Berita ANTARA, Naufal Mahfudz.

Dua direktur ANTARA yang baru yakni Aat Surya Safaat adalah orang karir yang berawal dari wartawan kemudian menjabat Kabiro ANTARA New York, Kabiro Bandung dan Kadiv Pengembangan Bisnis, sedangkan Hempi Prajudi sebelumnya Direktur Pemasaran TVRI, kemudian menjadi Direktur Pemasaran ANTARA.

Sementara itu, Direktur Utama baru Kantor Berita ANTARA, Meidyatama Suryodiningrat, yang ditemui selepas pelantikan, bertekad membangun Kantor Berita ANTARA dan memberikan kemampuan terbaiknya semaksimal mungkin selama dia menjabat.

“Pokoknya saya tidak datang untuk mengobrak-abrik ANTARA, saya tidak merasa lebih baik dari apa yang ada di ANTARA. Tapi khan perubahan selalu terjadi. Nach tugas saya mengambil yang terbaik yang sudah ada dan menjadikan lebih baik apa yang kurang baik,” kata dia.

Kantor Berita ANTARA didirikan empat pemuda tokoh pers nasional, di Jakarta, pada 13 Desember 1937, yaitu Adam Malik, Alberth M Sipahoetar, Pandoe Kartawigoena, dan Soemanang.

Adalah Kantor Berita ANTARA yang pertama kali memberitakan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, dari kantor pusatnya, (kini) di Jalan ANTARA, bilangan Pasar Baru, Jakarta Pusat, di tengah situasi berbahaya karena armada Dai Nippon masih memiliki kekuatan fisik nyata di Tanah Air.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR