Plastik Berbayar, Potensi Jadi Peluang Usaha Baru?

BOGOR – Penerapan kantong plastik berbayar yang sudah empat hari diberlakukan di Kota Bogor belum menjamin penggunaannya akan menurun. Walikota Bogor, Bima Arya sendiri mengaku tidak merasa yakin.

“Sampah plastik memang harus dilarang total. Tapi, selama kantong plastik masih ada dan diperjualbelikan, efeknya akan kurang signifikan,” kata Bima Aria kepada indeksberita.com, Rabu (24/2/2016).

Menurut Bima, akan lebih baik jika pemerintah menggalakkan gerakan ‘say no to plastic’. Selain itu, sambungnya, pengusaha ritel dan swalayan idealnya ikut terlibat dalam gerakan ini. Caranya, menggunakan kantong ramah lingkungan.

“Kebijakan plastik berbayar seolah-olah justru menganjurkan masyarakat untuk membeli kantong plastik. Pemkot Bogor akan mengevaluasi kebijakan plastik berbayar setelah tiga bulan uji coba,” tuturnya.

Pada bagian lain Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bogor, Ujang Sugandi mengatakan, penekanan penggunaan kantong plastik ini masih belum bisa menjadi optimal jika harus berbayar.

“Aturan kantong plastik berbayar tidak akan berdampak terhadap pengurangan sampah plastik. Justru berpotensi akan menimbulkan pengusaha di bidang tersebut untuk berbisnis, karena kini bukan menjadi tanggung jawab retail atau perusahaan lagi, tetapi langsung konsumen,” tukasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR