PLN Upayakan Listrik di Nias Normal Akhir Pekan Ini

MEDAN – Krisis listrik yang terjadi di seluruh wilayah Kepulauan Nias yang meliputi Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Utara dan Nias Barat diharapkan kembali normal akhir pekan ini. Upaya yang dilakukan PLN Wilayah Sumatera Utara saat ini tengah mendatangkan genset dari Kota Langsa Aceh, Sumatera Barat, Riau dan Jakarta. Genset bantuan itu diperkirakan tiba Sabtu nanti di Nias.

Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN Wilayah Sumatra Utara Mustafrizal mengatakan, meski mendatangkan genset hanyalah upaya sementara mengatasi krisis listrik Nias, namun upaya itu, kata Rizal yang ditempuh PLN saat ini. “Yang terpenting listrik bisa kembali menyala di Nias.” Kata Rizal kepada Indeks Berita, Rabu 6 April 2016.

Untuk kebutuhan listrik di beberapa objek vital di Nias seperti rumah sakit, lembaga pemasyarakatan dan kantor pemerintah serta sekolah, sambung Rizal, PLN baru bisa mensuplai 1,2 megawatt dari 19 genset yang didatangkan dari beberapa wilayah diluar Nias. Jika seluruh genset yang dipinjam tiba akhir pekan ini akan ada tambahan 4 megawatt lagi.
“Suplai listrik terbesar yang kami harapkan dari genset yang dikirim oleh PLN Langsa 12 megawatt, Jakarta 1,9 mega watt dan Riau 1,4 megawatt. Kalau genset sudah masuk semua ke Nias, Sabtu nanti mudah-mudahan pasokan listrik Nias terpenuhi sementara waktu karena mengatasi krisis listrik dengan genset juga dipengaruhi ketersediaan bahan bakar minyak. Ini bahaya kalau bbm tidak tersedia.” kata Rizal.

Skenario jangka menengah mengatasi krisis listrik di Nias, sambung Rizal, PLN Wilayah Nias sebenarnya sudah merencanakan pembangkitan 25 mega watt listrik listrik tenaga gas bekerjasama dengan PLN Pulau Batam. “PLN Wilayah Nias sudah menyampaikan rencana itu kepada PLN Wilayah Sumut namun belum bisa dikerjakan,” kata Rizal.

Krisis listrik Nias, sambung Rizal disebabkan kerjasama antara PT PLN dengan PT American Power Rental (APR) Indonesia konsorsium PT Kutilang Paksi Mas (KPM) dalam pengadaan listrik 2×10 megawatt diesel tidak bisa diperpanjang. Defisit listrik terjadi karena dua PLTD sewa 2 x 10 megawatt yang berada di Nias berhenti beroperasi. Kedua mesin PLTD itu terletak di Moawo 10 megawatt dan Idanoi 10 megawatt.

Rizal mengatakan kerjasama dengan PT APR dan PT KPM tidak bisa diperpanjang karena kontrak PT PLN dengan dua perusahaan itu sudah berakhir. Dia menyebut, kontrak kerja sama dengan PT APR Indonesia telah berakhir pada 25 Maret lalu. “Semua kontrak dan pembayaran yang tertuang dalam kontrak sudah diselesaikan Rp 18 miliar oleh PLN Wilayah Nias kepada PT APR dengan durasi kontrak satu tahun.” tutur Rizal.

Pemadaman listrik di Nias menyebabkan kritikan tajam kepada PLN. Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi mendesak Kementerian Energi Sumber Daya Mineral menjatuhkan sanksi tegas kepada manajemen PT PLN, baik di level cabang dan atau direksi. Selain itu YLKI meminta PT PLN memberikan diskon minimal 50 persen dari tagihan. “Kami tidak bisa melanggar undang-undang dengan memberi diskon tagihan. Kami hanya diperbolehkan memberi potongan 10 persen dari abodemen tiap bulan.” tutur Rizal.

Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Sumut Komisaris Besar Hery Subiansauri mengatakan, saat ini seluruh objek vital di Nias termasuk genset yang akan masuk ke Nias akan dijaga ketat menyusul ancaman warga yang akan menyerang objek vital dan Kantor PLN. “Semua objek vital dan orang yang berada dikawasan objek vital sudah dan akan kami amankan dari kemungkinan gangguan.” kata Hery. Menurut Hery, belum semua objek vital di Nias yang punya pengamanan internal sehingga personil Pamobvit Polda Sumut kesulitan menjangkau mengamankan. “Kami juga menjaga sekolah selama masa ujian nasional.” katanya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR